Tags
Mulai 24 Juni 2024 lalu, posisi baru diluar institusi yang lebih dari 30 tahun saya geluti menempel di pundak. Posisi yang alhamdulillahnya setingkat lebih tinggi meskipun diluar kementerian awal. Ya, saya menempati posisi baru di Sekretariat Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus yang dibentuk dengan mengacu kepada Perpres no 8 tahun 2022. Lembaga yang relatif baru lahir dari banyak bapak dalam wadah Dewan Nasional KEK diketuai oleh Menko Perekonomian, dengan ada banyak kementerian lainnya sebagai anggotanya.
Sebagai sebuah lembaga baru, dengan segala keterbatasan resource, mampu bergerak mengakselerasi tumbuhnya banyak Kawasan Industri baru dengan menggunakan predikat fasilitas Kawasan Ekonomi Khusus dengan segala previlegenya. KEK yang sejatinya telah diberi payung hukum sejak 2009, diperkuat dengan diundangkannya Undang-undang Cipta Kerja. Terlebih dengan ditetapkannya Kawasan Ekonomi Khusus sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Saat ini ada sekitar 22 (duapuluh dua) Kawasan Ekonomi Khusus di seluruh wilayah Republik Indonesia. Dah.. perkenalan dan promosi tentang apa itu KEK cukup..
Kembali ke cerita tentang new assignment saya..
Saya ditempatkan di kantor yang memiliki nama resmi Administrator Kawasan Ekonomi Khusus Gresik yang berada tentu saja di Gresik, sebuah kota kabupaten di wilayah timur pulau Jawa. Penamaan Administrator sendiri mengingatkan saya pada administrator pelabuhan dan administrator bandara sebelum kemudian berubah lagi menjadi Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan serta Kantor Otoritas Bandara. Sebuah institusi vertikal dipimpin oleh pejabat setingkat eselon 2.
Bahwa pendudukan saya di posisi setingkat dibawah Kepala Administrator melalui seleksi internal yang dimotori oleh Biro SDM Kementerian Keuangan. Tentu saja dengan didahului penawaran keberminatan. Nah.. disinilah asal muasalnya kenapa saya mau apply penawaran ini. Ya.. tentu saja karena rupanya ada jabatan target di wilayah homebase saya, di Administrator KEK Galang Batang di Pulau Bintan. Rasanya kok enak kalau bisa lolos naik jabatan, tapi di homebase, di luar jawa pula.
Nah.. sampailah kemudian dimana fixed bahwa penugasan saya dari Kementerian Keuangan di Sekjen Denas KEK adalah di Kantor Administrator KEK Gresik, kota kabupaten berjarak satu jam dari Surabaya dan pernah saya sambangi saat ziarah makam Sunan Maulana Malik Ibrahim, pas saya dinas di Bea Cukai Tanjung Perak tahun 2008 s.d 2011.
Yo wis alhamdulillaah, saya bisa menikmati dialek jawa timuran lagi setelah meninggalkan Surabaya tahun 2011. Dengan catatan beberapa kulineran mesti saya skip seperti rujak cingur sapi, soto ayam lamongan, dan tentu saja bebek goreng. Sisanya masih masuk ke perut, seperti bandeng, belut, sop kaki kambing, dan pecel.
Saya cuma bisa minta do’anya saja semoga penugasan dua tahun di KEK Gresik ini bisa lancar dan barokah sak kabehane.. aamiin..
welcome back to wordpress mas H