Seandainya di pulau Karimun Kecil ini ada gundukan tanah yang lebih tinggi dari 500 meter dpl, saya yakin, niscaya Gunung Jantan ini tidak akan menyandang nama sebagai Gunung Jantan. Ia hanya akan bernama Bukit Jantan. Tapi itulah anugerah Tuhan bagi warga Kabupaten Karimun, adanya sebuah bukit setinggi 498 meter dpl dan tidak ada kompetitornya, jadilah ia menyandang nama Gunung Jantan.
   
 Gunung Jantan adalah istimewa bagi Bea Cukai Tanjung Balai Karimun. Ini karena ada asset kita, asset pemerintah, yang menghampar sepanjang sekira hampir 2,5 kilometer bentangan jalan menanjak menuju puncaknya dimana disana pernah berdiri dengan kokohnya Menara Radar Pantai. Menara yang secara teknis operasional dioperasikan oleh stasiun radar pantai di Teluk Air bersama Menara Radar Pantai di Bukit Dangas Batam.
Kini Menara Radar Pantai di puncak Gunung Jantan itu sudah “mangkrak”. Panel radar Thomson-CSF-nya sudah jatuh teronggok disudut bawah, patah. Menaranya sendiri sudah terlihat rapuh digerogoti hembusan angin laut yang menerbangkan butiran karatnya merata ke sekeliling puncak menara. Karenanya, sebagai peringatan, sebuah bentangan spanduk dipasang agar pendaki berhati-hati dan tidak menaiki menara, bahaya!!
Tapi, menara itu tetap menjadi sebuah “obyek wisata” sederhana dan seadanya. Ia bisa tetap menjadi tempat pembaiatan buat Bea Cukai muda yang baru beberapa hari menginjakkan kakinya di Tanjung Balai Karimun. Saya tidak pernah tau pesan apa yang disampaikan senior-senior mereka saat menjalankan ritual mendaki Gunung Jantan ini, tapi setidaknya mereka, para Bea Cukai muda ini bisa melihat betapa para pendahulu mereka telah melek teknologi di tahun 80-an dengan menempatkan alat penginderaan jarak jauh yang memiliki bentangan seluas selat malaka. Sebuah kemajuan yang saat itu hanya dipikirkan dan direalisasikan kepemilikannya oleh pendahulu Bea Cukai. 
Saya yakin bahwa radar pantai ini bukan untuk gagah-gagahan dan sekedar menunjukkan bahwa Bea Cukai bisa menguasai pergerakan kapal-kapal penyelundup pada jamannya. saya yakin ini lebih kepada mendukung bahwa kita, Bea Cukai, adalah bagian penting – bahkan sangat penting dalam menjaga NKRI.

Advertisements