Tags

, , ,

Terus terang, saya termasuk tipe manusia yang kurang menaruh minat untuk membaca buku-buku tebal. Saya lebih menyukai bacaan yang ringan dan cepat selesai.. (dasar pemalas..)
Notes ini adalah yang ke-5 setelah saya menulis note pada akhir tahun 2008.
Kali ini saya ingin menyampaikan sekedar wawasan sempit saya yang hanya tahu sedikit tapi penginnya nulis banyak… (maafin sebelumnya kalau banyak bolong disana sini… )
Ada satu kata yang mengusik perhatian saya terhadap apa yang disampaikan oleh Al Quranul Karim dalam surat Al-Zalzalah ayat 7 yang artinya:
“ Maka barang siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar zarah, niscaya Dia akan melihat {balasan}nya “
Ayat ini benar2 mengusik saya, kok bisa kebaikan sebesar zarah (atom)-pun diperhitungkan… Masya Alloh..
Kemudian baca juga ayat yang menyatakan bahwa nanti di akhirat kelak, tanganmu, kakimu, matamu, telingamu-pendeknya semua panca indera, akan dimintai pertanggungjawaban. Panca indera kita akan “bicara” tentang apa yang telah dilakukannya…. Masya Alloh… Kok bisa?
Tapi rasa keingintahuan saya kemudian coba saya jawab sendiri dengan menyatakan bahwa apa yang disampaikan oleh Al Qur’anul Karim itu tidak semata-mata berangkat dari rasa iman yang ada di dada dan ada unsur ilmu pengetahuan didalamnya.Kok bisa?
Jamak kita dengar dan lihat bagaimana cara kerja seorang dokter forensik mengenali benda apa yang mengakibatkan kematian seseorang. Apakah benda tumpul atau tajam. Apakah dari kayu atau besi. Ataukah dia minum racun ataukah tubuhnya telah disuntikkan cairan tertentu melalui jarum. Kalau tidak salah kegiatan itu dinamakan forensik.
Atau pernahkah kita memukul kaleng atau mungkin body mobil, trus akibatnya penyok di satu sisi tapi menonjol di sisi lainnya..
Ya itu tadi, kalau menurut saya, tidak ada satu aktifitaspun yang tidak meninggalkan bekas.. (falsafah ini dipegang oleh pengurai benang kusut kriminalitas menjadi : tidak ada satu kejahatanpun yang tidak meninggalkan jejak..)
Subhanalloh…
Alqur’an rupanya sudah menyampaikan hal tentang forensik…. “Maka barang siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar zarah, niscaya Dia akan melihat {balasan}nya “… subhanalloh…
Saya bukan ahli tafsir, tapi kalau boleh saya menerjemahkannya, artinya TIDAK ADA PERBUATAN BAIK YANG SIA-SIA… semuanya ter-record dan bisa diuraikan dengan ilmu forensik Illahi… ( ada yang mau menyangkal? hehehe…)
bagaimana dengan perbuatan TIDAK BAIK? sama saja… semuanya ter-record!
Tapi, Alloh Subhanahu Wata’ala maha Rahman dan Rahiim…
Jadi kesimpulannya, berbuat baiklah selama hidup kita…. (Teguhkan Iman dan Islam, dan ingat : dzaalikal kitaabu laa raiba fiihi hudal lil muttaqiin… Mudah2an kita termasuk orang yang bertaqwa.. Amiin…)

Advertisements