• Perihal

slametsukanto

~ about making ideas happens

slametsukanto

Tag Archives: Jemy V. Confindo

Wisdom in the air

25 Wednesday Jan 2012

Posted by slametsukanto in kontemplasi

≈ 2 Comments

Tags

Jemy V. Confindo, Lion Air, Wisdom in the air


Untuk yang kedua kalinya saya tertarik dengan bacaan yang ada di Lionmag, Wisdom in the air yang ditulis oleh Jemy V.Confido yang punya situs di http://www.jemyconfido.com
Kali ini, Jemy menuturkan tentang Kebenaran dan Pembenaran.
Alkisah tentang seorang pemuda yang memiliki sebuah mikroskop. Sedemikian takjubnya ia dengan benda ini sehingga berulangkali dicobanya alat ini untuk melihat benda-benda yang indah seperti kelopak bunga dan batu mutiara. Hingga suatu ketika, saat ia tengah menyantap sambal kegemarannya yang biasa ia beli d warung pinggir jalan, tergerak hatinya untuk mencoba melihat apa yang ada dalam sambal itu. Betapa terkejutnya ia manakala dilihatnya ada cacing bergerak2 didalam sambal yang ditempatkannya dibawah mikroskop itu. Sejenak ia terduduk dan berpikir merenung betapa ia telah sekian tahun lamanya mengkonsumsi sambal itu, dan baik- baik saja. Bahkan ia masih teringat saat teman2 nya diolehi bungkusan sambal itupun mereka berkomentar yang sama. 
Lamanya ia terdiam sampai kemudian pemuda ini mengambil keputusan. Diangkatnya mikroskop itu, dibantingnya hingga berkeping dan dilemparkannya ke semak belakang rumahnya.
Kisah diatas menggambarkan kehidupan nyata yang seringkali dihadapi kita. Saat kita bertemu dengan hal yang indah dan menyenangkan kita, akan dengan senang hatinya kita menerimanya sebagai sebuah kebenaran. Akan tetapi saat kita dihadapkan dengan hal yang tidak berkenan dan tidak menyenangkan, dengan mudahnya kita akan membuangnya dan mencari pembenaran atas tindakan kita itu.
Jemy Confido menggrading Pembenaran sebagaimana sebuah stadium kanker. Dimana menurutnya, stadium awal dari Pembenaran itu adalah Blaming atau menyalahkan orang lain. Contoh yang disampaikannya adalah ungkapan : ” saya sudah berusaha melakukan yang terbaik, tapi tidak ada yang mendukung saya”. Bisa jadi sebenarnya orang tersebut telah benar-benar berusaha, tapi dalam konteks ini orang tersebut adalah dia belum berusaha sebaik yang dia ucapkan namun menutupinya dengan menyalahkan pihak-pihak yangg tidak mendukungnya. Pengobatan atas kanker pembenaran stadium ini bisa diobati dengan merubah pertanyaan tersebut diatas ditujukan kepada diri kita sendiri dengan bertanya : ” benarkah saya sudah melakukan yang terbaik dan benarkah tidak ada satu orangpun yang mendukung saya?”
Pada stadium menengah, pembenaran mengambil bentuk excuse. Dalam hal ini si pelaku seolah-olah menerima bahwa dirinya belum berusaha namun memaklumi hal tersebut karena ia tidak memiliki sumber daya yang dibutuhkan untuk melakukan usaha tersebut. Contoh excuse misalnya : “tentu saja saya belum bisa melakukan usaha terbaik karena saya tidak memiliki biaya, orang dan waktu yang cukup untuk itu”. Pembenaran dalam bentuk excuse bisa dikoreksi dengan pertanyaan : ” bila saya memiliki biaya, orang dan waktu apakah saya akan melakukan usaha yang lebih baik daripada yang saya lakukan sekarang?”
Pembenaran stadium akhir adalah mengambil bentuk Justify. Pelaku dalam konteks ini membenarkan sikap atau tindakan yang dilakukannya. Contoh Justify misalnya : ”     Saya tidak perlu melakukan usaha terbaik karena belum jelas hasil yang akan dicapai “. Stadium ini lebih sulit diatasi karena pelaku berlindung dibalik argumen yang sepertinya cukup kuat. Tapi koreksi bisa dilakukannya dengan mengajukan pertanyaan : ” Bila hasilnya sudah jelas, apakah saya bersedia melakukan usaha terbaik? “.
Jemy Confido menyampaikan bahwa semakin tinggi stadium pembenaran yang dialami seseorang, semakin kuat dalih-dalih yang digunakannya.
Lalu bagaimana agar kita terlepas dari pembenaran? Jawabannya terletak pada kisah si pemuda dengan mikroskopnya diatas. Sama seperti kehidupan kita, saat kita menemukan ( memiliki ) mikroskop, kita akan menerimanya dengan baik saat kita menggunakannya untuk melihat fakta-fakta yang indah seperti kelopak bunga atau berlian. Sebaliknya, ketika kita menggunakan mikroskop untuk melihat fakta-fakta yang tidak indah seperti cacing dalam sambal tadi, maka kita dihadapkan pada dua pilihan yaitu membuangnya mikroskopnya dan membiarkan kita memakan sambal yang ternyata ada cacingnya atau pilihan yang lebih bijak adalah dengan berhenti memakan sambal yang kurang higienis itu sebelum kita sakit perut.     

Recent Posts

  • Klaster Asli
  • Tapak Tuan
  • Omah Cilik
  • tugas baru
  • Poluan

Recent Comments

Anwar Hidayat's avatarAnwar Hidayat on tugas baru
slametsukanto's avatarslametsukanto on Gedung Negara
Shinta's avatarShinta on Gedung Negara
slametsukanto's avatarslametsukanto on sei bati, bandara perintis di…
RHA Airport's avatarRHA Airport on sei bati, bandara perintis di…

Archives

  • November 2025
  • July 2024
  • June 2017
  • October 2016
  • June 2016
  • March 2016
  • February 2016
  • January 2016
  • November 2015
  • March 2015
  • January 2015
  • December 2014
  • March 2014
  • January 2014
  • December 2013
  • September 2013
  • July 2013
  • June 2013
  • May 2013
  • March 2013
  • January 2013
  • November 2012
  • October 2012
  • September 2012
  • August 2012
  • July 2012
  • June 2012
  • April 2012
  • March 2012
  • February 2012
  • January 2012

Categories

  • gawean
  • jalan-jalan
  • kontemplasi

Blog Stats

  • 29,333 hits
//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Blogs I Follow

  • Catatan Anak Bangsa
  • Kumpulan Tulisan El
  • Dinnar Homestay Surabaya Indonesia
  • pelangi.kata
  • Tulisan ringan alumni STAN
  • Aku Yang Berlumur Dosa
  • santo for mitsubishi bintaro
  • Tamar Devils_Manchunian
  • ummulnurien.com
  • cerita anwar
  • padmanaba
  • erliharyanto
  • Memento
  • Look, Think and Write
  • kotakpermen.wordpress.com/
  • beautifulhello.wordpress.com/
  • website situnis
  • Lambangsarib's Blog
  • kembalikan, kampung halamanku
  • RISTEK FT UNNES

tulisan saya

kunjungan

  • 29,333 hits

lima terbaru

  • Klaster Asli
  • Tapak Tuan
  • Omah Cilik
  • tugas baru
  • Poluan

Create a free website or blog at WordPress.com.

Catatan Anak Bangsa

raga pasti mati, tulisan mungkin abadi

Kumpulan Tulisan El

Selalu ada Petunjuk, Untuk Kemudahan

Dinnar Homestay Surabaya Indonesia

Penginapan sederhana berfasilitas bintang lima, Lokasi di Surabaya Selatan, dekat dengan Masjid Al-Akbar Surabaya.

pelangi.kata

saat goresan kata menciptakan warna ide yang nyata..

Tulisan ringan alumni STAN

mengikat ilmu dengan menuliskannya...

Aku Yang Berlumur Dosa

kusadar hidup ini hanya sebentar...dan kubersyukur hari ini masih mendapat kasih sayang...

santo for mitsubishi bintaro

The greatest WordPress.com site in all the land!

Tamar Devils_Manchunian

Hidup lebih baik saling berbagi ilmu untuk meraih kesuksesan

ummulnurien.com

cerita anwar

Just another WordPress.com weblog

padmanaba

erliharyanto

Ya Allah, tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus

Memento

- memento mori, memento vivere -

Look, Think and Write

kotakpermen.wordpress.com/

beautifulhello.wordpress.com/

website situnis

travelling

Lambangsarib's Blog

Catatan Orang Biasa

kembalikan, kampung halamanku

tentang kampung, tentang halaman, tentang apapun

RISTEK FT UNNES

Kerohanian Islam Teknik

Privacy & Cookies: This site uses cookies. By continuing to use this website, you agree to their use.
To find out more, including how to control cookies, see here: Cookie Policy
  • Subscribe Subscribed
    • slametsukanto
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • slametsukanto
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar