Tags

, , , , ,

“Sekedar tanya gmn kbrnya,apa susahnya siy..”

Demikian terbaca di status fb teman. Status atau statement ini menurutku adalah ungkapan kekesalan tentang ketiadaan kabar, ketiadaan informasi yang menenangkan hati, kebutuhan akan perhatian, butuh ditanya : gimana kabarnya hari ini.. ( pertanyaan yang bagi sebagian orang berbau basa-basi ).  Seperti  juga pertanyaan basi lainnya yang sering nongol di layar hp kita : ” lagi ngapain? “dimana?”
Kebutuhan informasi tentang keadaan, tentang keberadaan, tentang apa saja yang sedang dilakukan oleh seseorang yang menurut kita patut kita perhatikan sudah barang tentu karena posisi orang ini adalah istimewa bagi kita. bisa ia adalah istri kita, suami kita, anak kita, saudara dekat kita, ayah kita, ibu kita, teman dekat kita, atau kenalan baru kita.. hehehe..
Beruntunglah bagi kita di era sekarang ini, adanya media sosial fb, twit, bbm, ym, skype, dan media lainnya, bisa mengetahui kondisi orang-orang yang kita kenal , orang yang dekat dengan kita tapi terpisahkan jarak, secara real time. Artinya, jejaring silaturahim juga bisa realtime.. inilah yang aku sebut telesilaturahim.
Sah-sah saja kita berharap, dengan menyambungkan silaturahim meskipun melalui media telesilaturahim, bisa melapangkan rizqi dan memanjangkan umur yang bermanfaat.
Kita bisa tetap melakukan aktifitas kita ( misalnya rapat ) sembari menanyakan kabar teman di group bbm yang ujung2nya cengar-cengir sendiri. Atau bisa jadi malah ngakak melihat foto prewedding temen seangkatan yang usianya sudah mendekati 40 tahun tapi baru laku dengan gaya pakaian seragamnya yang kelihatan gagah, sambil mbathin : akhirnya laku juga nih anak.. hihihi..
Telesilaturahim melalui jejaring nirkabel saat ini bagiku adalah salah satu kebutuhan pokok. Betapa tidak, saat ini aku berada di jarak sekitar 900 km dari anak dan istriku yang kalu harus ditempuh perjalanan, komplit semua mode angkutan, darat – laut – udara dan menginjakkan kaki di empat pulau ( dua pulau besar dan dua pulau kecil ).
Kebutuhan pokok telesilaturahim ini juga yang membuatku bisa tetap terhubung dengan teman-teman di seantero nusantara, Aceh sampai Ambon. Tidak ada batas waktu , yang ada hanyalah status pending. Senang rasanya juga melihat status teman-teman di bbm atau fb akhirnya berstatus “alhamdulillah” atau “puji Tuhan” setelah sekian lama status update-nya dipenuhi dengan “miss u” atau “semoga kalian baik-baik saja” atau “menghabiskan waktu”.. hehehe..
Telesilaturahim ini juga yang membuatku bisa terhubung kembali dengan teman-teman yang saat ini sebaran pekerjaannya sangat variatif. Ada yang jadi pak Wali , ada juga yang jadi kepala pool Sinar Jaya,  ada yang tetap tinggal dan berkarir di Tegal,  ada juga yang berkarir sebagai ibu rumahtangga mengikuti suami di Singapura.
Telesilaturahim, mudah2an tetap menjadi media penunjang silaturahim dan bermanfaat positif menjaga hubungan baik dan kekeluargaan. Mudah-mudahan juga bisa menjadi media ekspresif keturutsertaan merasai kesukaan disaat teman sejawat menikmati kebahagiaan dan metasai kedukaan disaat teman sejawat menjalani penderitaan.
Sekedar bertanya, “gimana kabarnya?” , saya rasa cukup sebagai prolog dari sebuah telesilaturahim.

Advertisements