Tags

, , , , , ,

Di sebuah episode tayangan yang sudah lama berlalu , spongebob bersama sahabatnya Patrick, berpetualang dalam sebuah kotak kardus. Judul episode ini nyentrik, “idiot box”, dimana petualangan keduanya diawali saat tibanya paket pesanan mereka, televise yang dikemas dalam kardus besar. Setelah kiriman itu diterima dan ditandatangani receipt-nya, alih-alih menurunkan dan menyimpan dengan baik televisinya, si Spongebob malah membuangnya dan justru memanfaatkan kardus besar pembungkus tivi itu sambil bersorak horay. Tindakan stupid yang nggak masuk logika. Tindakan mereka berdua tentu saja dibawah sorotan mata yang tajam dari si tetangga sirik, Squid.
Kegilaan mereka berdua, Spongebob dan Petrik, dimulai. Keduanya mengambil lokasi di sekitar rumah dan nyemplung kedalam kardus bekas tivi tadi.
“kau sudah siap, petrik? Kita akan memulai perjalanan seru ini. Mulailah pejamkan mata dan gunakan imajinasi…”, demikian komando yang terucap dari spongebob saat kardus sudah tertutup rapat dan hanya kegelapan yang menyelimuti.
“aku siap..” , jawab petrik bersemangat
Benar-benar sebuah kegilaan namanya bagi mereka berdua, hingga rupanya sangat mengganggu sang tetangga, squid. Dengan rasa penasaran karena kegaduhan dan kehebohan yang ditimbulkan, ia membuka kardus itu sambil berteriak : “apa yang kalian lakukan?”
“kau mau bergabung dengan kami squid?” ajak spongebob. Tentu saja squid menolak dengan ego yang tinggi. Demikian terjadi terus menerus hingga diapun terbujuk untuk turut serta.
Tapi apa yang terjadi saat squid ikut bertingkah seperti spongebob dan petrik? Nothing happen. Squid tidak bisa menikmati kotak kardus yang sempit dan gelap serta menyesakkan itu seperti layaknya spongebob dan petrik menikmati.
Episode ini seperti menggelitik saya, yang tentu saja tidak ingin mencari kardus besar untuk kemudian nyemplung kedalamnya sambil berfantasi. Saya cuma mengambil analogi sederhana dari kardus yang bisa diibaratkan sebuah kondisi atau keadaan dimana saya saat ini berada. Tentu saja tempat saya berada saat ini terang benderang dipenuhi cahaya dan riuh rendah dipenuhi keramaian orang. Saya berada didalam kardus ini bersama teman-teman yang lainnya.
Saya berfantasi dan berandai-andai secara individual dengan satu tujuan meramaikan suasana “kardus” ini dengan “cara saya sendiri” yang mudah-mudahan tidak mengganggu tetangga kanan kiri karena euphoria “imajinasi kardus” yang saya create sendiri. Tidak gelap dan pengap, tapi terang benderang dan mudah-mudahan menyenangkan.
“kardus” saya analogikan sebagai sebuah kondisi atau keadaan dimana saya berada – bukan trapped- dalam kondisi “wajib militer” – meminjam istilah senior. Kondisi dan keadaan yang jika saya masih ingin berada di “kardus” ini, saya mesti beradaptasi dan menyesuaikan diri. Tetap riang, nrimo dan kerjakan bagian saya. Mudah-mudahan juga tetap tidak gelap dan pengap, tapi terang-benderang dan mudah-mudahan menyenangkan.
“kardus” menurut versi spongebob adalah hanya sarana pencapaian kebahagiaannya. Cara yang dia buat simple saja, “close your eyes, and use your imajination..” ( sambil membentangkan tangan meniru lengkung pelangi )
Yup, pesan sederhana dari Stephen Hillenburg yang bisa saya tangkap adalah bahagia itu kita yang buat.

are you ready..

Advertisements