• Perihal

slametsukanto

~ about making ideas happens

slametsukanto

Tag Archives: Tanjung Pinang

susahnya memberi nasehat

23 Monday Apr 2012

Posted by slametsukanto in kontemplasi

≈ Leave a comment

Tags

al-ashr, jarkoni, leave it, masuk telinga kanan keluar telinga kiri, nasehat, nasihat, on the track, overweight, take it, Tanjung Pinang, teladan, wejangan


Saya ingat betul istilah “jarkoni”, gelem ngajar ora gelem nglakoni. Sebuah istilah yang biasanya dilabelkan kepada orang yang hanya bisa memberi ajaran padahal dia sendiri belum tentu bisa atau malah belum nglakoni. Biasanya, orang yang sudah diberi label itu, biarpun kualitas wejangannya bagus, tidak akan bisa memberi dampak yang signifikan kepada orang yang diberi wejangan. Mungkin omongan atau wejangannya atau petuahnya akan tetap didengar, tapi masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Bisa saja niat yang mendengarkan mau melakukan petuah atau ajaran baik yang disampaikannya, tapi melihat kepada siapa yang menyampaikannya, berubah balik arah.
Memberi nasihat, adalah sebuah kewajiban. Seingat saya, di Al-ashr sudah tertuang demikian adanya. “demi waktu, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Kecuali ia yang beriman dan beramal soleh, dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat-menasehati sepaya menetapi kesabaran” shodaqollohul’adziim..
Kembali ke person yang memberi wejangan atau nasehat. Bahwasanya semestinyalah pendengar wejangan tidak usah melirik siapa pemberi wejangan, cukup perhatikan content-nya. Sepanjang content-nya on the track, take it. Kalau ternyata sebaliknya, leave it. Sesederhana itukah?
Ternyata tidak. Pakem jarkoni masih menjadi pakem utama, dan inilah sebaik-baik pemberi wejangan atau nasehat. Sampaikanlah oleh kita apa yang sudah kita ketahui ilmunya, apa yang sudah kita alami, at least atas apa yang sudah kita telaah dari experience orang lain.
Saya masih teringat cerita salah satu anggota saya, pak Zul, waktu tugas di Tanjungpinang. Pak Zul bercerita waktu itu ia sedang bersantai sepulang kerja di tenda payung depan rumahnya sambil menghisap rokok dan bertelanjang dada, kegerahan. Maklum, postur anggota saya ini masuk kategori overweight. Tidak lama ia duduk, terlantun azan maghrib dari musholla dekat rumahnya. Segera setelah azan maghrib itu selesai, ia meluncurkan perintah kepada anak lelakinya yang masih sekolah SD yang tengah bermain di dekatnya, “ayo nak, segera berangkat ke musholla, sholat maghrib..”. “jarak azan maghrib dengan sholatnya itu pendek, nanti kamu ketinggalan..”. Dengan ringan anaknya menjawab, “ ayah aja nggak pernah sholat maghrib di musholla..”.
Sebuah cerita yang pada akhirnya mengingatkan saya, dan mudah-mudahan temen-temen semua, lebih mudah memberi nasehat dengan memberi teladan. Karena ternyata, memberi nasehat itu susah kalau kita sendiri belum melaksanakannya.
Wallohua’lamubishshowaab..

JT 970 16102010

25 Wednesday Jan 2012

Posted by slametsukanto in kontemplasi

≈ Leave a comment

Tags

batam, Bintan, Lion Air, Tanjung Pinang, Tanjung Uban, Tenaga Kerja Indonesia, TKI


Untuk kesekian kalinya, rute ini kutempuh selain rute lainnya, GA 030 atau Batavia flight (lupa nomer flight-nya) demi sebuah tujuan mulia, bertemu keluarga tercinta di Tanjung Uban, Bintan.
Untuk kesekian kalinya juga, selalu, dengan flight ini dan dua flight lainnya (ada tiga penyedia penerbangan rute ini yaitu Lion Air, Citylink-operated by Garuda Indonesia dan Batavia Air), saya akan bersama saudara sebangsa dan setanah air yang akan menunaikan tugas mulia yaitu mendulang devisa ringgit di negara jiran kita di Malaysia, para pahlawan devisa – demikian sebutan heroiknya, para TKI.
Rupanya rute ini memang dibuka trip langsung Surabaya – Batam salah satunya khusus memfasilitasi perjalanan mereka menuju tanah harapan mereka. Luar biasa.
Dan selalunya juga, saya akan dihadapkan dengan roman muka dibawah standar pelayanan oleh pramugari yang mungkin didalam hatinya agak sedikit menggerutu ( rrrgggghhh.. Wong ndeso meneh..) hehehehe.. Dan khusus untuk grading dari tiga penerbangan ini, saya telah memeringkatnya dengan peringkat jutek pertama adalah Batavia Air, kedua Lion Air dan terakhir Citilink. ( tapi jangan salah, khusus Lion Air, kalo mereka kemudian tahu saya duduk di seat sambil ketak-ketik di Ipad, muka mereka langsung sumringah.. Hehehehe.. Jangan2 dipkirnya saya bos TKI..)
Tapi memang, dari sekian kali penerbangan, kelakuan mereka rodok nyleneh.. Mulai nyrobot barisan antrian masuk boarding, nanyain seat ke pramugari, mbawa makan nasi bungkus di pesawat, sampe masih telpon-telponan dengan sedulur2nya yang intinya ngabarin – aku wis neng montor mabur iki.. ( khusus permintaan mematikan telpon angin ini, kadang bisa di announce sampai sekian kali.. Manstap!!)
Tapi kejadian yang paling membuat saya miris adalah resistensi dari bapak-bapak petugas security di keberangkatan Juanda yang mengunderline rombongan mereka dengan menanyakan kembali identitas KTP pada saat masuk ruang tunggu dan juga menanyakan – “sopo sing ngurus iki?” hahahaha… (kayaknya ada yang akrab dengan pertanyaan ini.. ). Mudah2 an ketatnya screening oleh bapak2 security di keberangkatan ini bertujuan baik, yaitu menghindari mereka dari Human Trafficking..
Sesampainya di Batam juga demikian, mereka, para pahlawan devisa ini, akan discreening oleh petugas Disdukcapilko Batam. Luar biasa mereka, pengendusannya bisa dengan cepat memilah mana yang datang dengan profesi TKI atau bukan.. Untungnya saya tidak termasuk yang kena endus selama bolak-balik ini..hehehehe..
Tapi itulah mereka, para pahlawan buat negara dan buat keluarga mereka. Perjuangan mereka luar biasa!! Dan cerita mereka sesampainya di Batam akan lebih panjang lagi dimulai dari dihadapkannya pilihan untuk menjadi TKI legal atau illegal. Yang legal-pun masih displit lagi, bener2 legal melalui proses training dan penempatan, ataupun yang hanya sekedar bisa memiliki passport dan masuk ke negeri jiran Malaysia. Yang tragis, mereka yang kemudian memilih ( atau mungkin hanya satu2nya pilihan) , berangkat dengan pancung sempit lewat jalur terpendek Bintan – Johor.. Masya Alloh..
Sekali lagi, itulah mereka, para pahlawan untuk keluarganya di kampung, yang terpaksa harus berjuang di negeri orang. Artinya, nasib saya, nasib kita, jauuuuuhhh lebih baik ( jangan marah kalo di compare dengan TKI yaa.), mesti banyak bersyukur… Mudah2an dengan dengan bersyukur, rejeki kita akan dilipatgandakan.. Amiin… Mudah2an trip perjalanan saya, selama masih ditempatkan di Surabaya, akan selalu bersama orang2 yang didoakan keluarganya di kampungnya yang berharap kucuran wesel dan western union, akan selalu selamat sampai tujuan, sampe kemudian dipindahtugaskan kemana lagi.. Hehehehe..

Recent Posts

  • Klaster Asli
  • Tapak Tuan
  • Omah Cilik
  • tugas baru
  • Poluan

Recent Comments

Anwar Hidayat's avatarAnwar Hidayat on tugas baru
slametsukanto's avatarslametsukanto on Gedung Negara
Shinta's avatarShinta on Gedung Negara
slametsukanto's avatarslametsukanto on sei bati, bandara perintis di…
RHA Airport's avatarRHA Airport on sei bati, bandara perintis di…

Archives

  • November 2025
  • July 2024
  • June 2017
  • October 2016
  • June 2016
  • March 2016
  • February 2016
  • January 2016
  • November 2015
  • March 2015
  • January 2015
  • December 2014
  • March 2014
  • January 2014
  • December 2013
  • September 2013
  • July 2013
  • June 2013
  • May 2013
  • March 2013
  • January 2013
  • November 2012
  • October 2012
  • September 2012
  • August 2012
  • July 2012
  • June 2012
  • April 2012
  • March 2012
  • February 2012
  • January 2012

Categories

  • gawean
  • jalan-jalan
  • kontemplasi

Blog Stats

  • 29,333 hits
//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Blogs I Follow

  • Catatan Anak Bangsa
  • Kumpulan Tulisan El
  • Dinnar Homestay Surabaya Indonesia
  • pelangi.kata
  • Tulisan ringan alumni STAN
  • Aku Yang Berlumur Dosa
  • santo for mitsubishi bintaro
  • Tamar Devils_Manchunian
  • ummulnurien.com
  • cerita anwar
  • padmanaba
  • erliharyanto
  • Memento
  • Look, Think and Write
  • kotakpermen.wordpress.com/
  • beautifulhello.wordpress.com/
  • website situnis
  • Lambangsarib's Blog
  • kembalikan, kampung halamanku
  • RISTEK FT UNNES

tulisan saya

kunjungan

  • 29,333 hits

lima terbaru

  • Klaster Asli
  • Tapak Tuan
  • Omah Cilik
  • tugas baru
  • Poluan

Blog at WordPress.com.

Catatan Anak Bangsa

raga pasti mati, tulisan mungkin abadi

Kumpulan Tulisan El

Selalu ada Petunjuk, Untuk Kemudahan

Dinnar Homestay Surabaya Indonesia

Penginapan sederhana berfasilitas bintang lima, Lokasi di Surabaya Selatan, dekat dengan Masjid Al-Akbar Surabaya.

pelangi.kata

saat goresan kata menciptakan warna ide yang nyata..

Tulisan ringan alumni STAN

mengikat ilmu dengan menuliskannya...

Aku Yang Berlumur Dosa

kusadar hidup ini hanya sebentar...dan kubersyukur hari ini masih mendapat kasih sayang...

santo for mitsubishi bintaro

The greatest WordPress.com site in all the land!

Tamar Devils_Manchunian

Hidup lebih baik saling berbagi ilmu untuk meraih kesuksesan

ummulnurien.com

cerita anwar

Just another WordPress.com weblog

padmanaba

erliharyanto

Ya Allah, tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus

Memento

- memento mori, memento vivere -

Look, Think and Write

kotakpermen.wordpress.com/

beautifulhello.wordpress.com/

website situnis

travelling

Lambangsarib's Blog

Catatan Orang Biasa

kembalikan, kampung halamanku

tentang kampung, tentang halaman, tentang apapun

RISTEK FT UNNES

Kerohanian Islam Teknik

Privacy & Cookies: This site uses cookies. By continuing to use this website, you agree to their use.
To find out more, including how to control cookies, see here: Cookie Policy
  • Subscribe Subscribed
    • slametsukanto
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • slametsukanto
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar