• Perihal

slametsukanto

~ about making ideas happens

slametsukanto

Monthly Archives: January 2012

Tegaknya amanah

25 Wednesday Jan 2012

Posted by slametsukanto in kontemplasi

≈ Leave a comment

Tags

batam, batam center, causeway link, citra 8, dumai ekspress, johor, kualalumpur, larkin, malaysia, quality hotel, stulang laut


Tegaknya amanah

Suatu ketika dalam sebuah kesempatan yang diberikan Alloh kepadaku, aku diberikan kelonggaran rejeki, waktu dan kesehatan untuk mengunjungi negeri tetangga, malaysia, tepatnya kita kualalumpur.
Hari itu tggl 4 desember 2010 sekitar jam 16:15 perjalanan itu dimulai dari pelabuhan ferry Batam Center, Batam dengan menumpang ferry Citra 8 (dumai ekspress) dengan tujuan Stulang Laut ferry terminal di Johor. Sebelumnya saya telah menghubungi teman mantan pegawai Kastam Johor, pak Yusup untuk menjemput. Perjalanan ferry ditempuh sekitar dua jam. Setibanya di johor, kami langsung diajak untuk membeli tiket untuk perjalanan esok hari dengan bus ke kualalumpur. Tiket kami beli langsung di konter Causeway link di terminal bis Larkin.
Pendek cerita, keesokan harinya barulah kami menempuh perjalanan darat selama kurang lebih empat jam dan tibalah kami di bandaraya kualalumpur lumpur pada pukul 13:00 di terminal bis Bukit Jalil dan menuju ke penginapan di Quality Hotel yang berada di pusat kota Kuala Lumpur.
Inti dari perjalanan ini adalah betapa majunya kota di negara Malaysia dilihat dari bangunan fisik dan tata kota serta ketertiban orang berdagang. Kalo secara pribadi, saya memujinya sebagai bentuk terlaksananya amanah yang diemban oleh segenap pemimpin. Liat biasa.
Boleh jujur, banyak pembenaran kenapa kemudian kota-kota di Indonesia tertinggal dari negara sebelah. Salah satu diantaranya adalah karena beda bentuk pemerintahan, serta karena perbedaan siapa penjajahnya dulu. Raya-raya eks jajahan Inggris Raya jauh lebih baik kondisinya dibanding eks jajahan Belanda. Apa benar demikian? Apabila ditinjau dari sisi umur kemrdekaan, kurang lebih sama umurnya.
Apakah bentuk pemerintahan Monarki lebih baik dari Republik atau Parlementer? Tidak juga, banyak juga republik lainnya atau parlementer yang lebih maju dari Republik Indonesia.
Menurut pendapat saya pribadi, inti dari permasalahan ini adalah terjaganya amanah oleh orang-orang yang mengembannya. Amanah semestinya digunakan untuk menjunjung tinggi kemaslahatan ummat, kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Amanah mestinya diterima bukan dengan sukacita, tapi dengan rasa khawatir dan penuh kecemasan apakah bisa dilaksanakan dengan baik atau malah menjadi hujjah di kemudian hari. 
Republik ini memberikan pembenaran bahwa selama setahun ini sedang mengalami masa belajar berdemokrasi serta gencar menggemakan anto korupsi. Kenyataannya rakyat tetap dalam stage yang sama seperti demokrasi itu dimulai sekitar duabelas tahun yang lalu.
Apa yang salah dari republik ini? Banyak pemimpin yang tidak menjaga amanahnya dengan dalih karena ia hanya diberikan kesempatan dua kali masa jabatan dan untuk mendapatkan jabatan itu ia mesti dengan pengorbanan yang tidak sedikit. Jadi menurutnya wajar bila dalam masa jabatannya itu ia mesti mengambil kembali apa yang telah dikeluarkannya.. Masya Alloh..
Bagaimana semestinya kita bercermin tentang bagaimana menerima dan menjalankan amah itu? Banyaklah kita bercermin kepada teladan para khulafa’urrasyidiin dalam mengelola negara islam pasca wafatnya Rasulullah SAW. 
Mestikah kita mengganti sistem pemerintahan kita? Tidak! Cukup jalankan amanah dengan baik, Insya Alloh rakyat akan sejahtera.

berzikirlah

24 Tuesday Jan 2012

Posted by slametsukanto in kontemplasi

≈ Leave a comment

Tags

partikel, rommy rafael, zikir


Rommy Rafael dalam suatu acara di TV swasta melakukan atraksi yang menarik. Dia menyampaikan prolog tentang sampainya “pesan” yang di”titip”kan lewat media air putih. Pesan baik, terbawa oleh media air putih dengan keteraturan partikel2 molekul yang ada didalamnya. Sementara pesan buruk, terbawa pesannya juga dengan ketidakberaturan molekul2 yang ada di air putih pembawa pesan tersebut. Lalu kemudian Rommy menyampaikan bahwa 70% bagian dari tubuh kita adalah air, si pembawa pesan tadi. Jadi kemudian Rommy berpesan, sehat atau tidaknya tubuh kita tergantung cara berpikir kita.
Lalu kemudian saya menerjemahkan pernyataannya tersebut dengan bahasa yang lain. Bahwa Alloh SWT berfirman, ‘alaa bizikrillahi tatma’inul qulub.. (Dengan berzikir, menenangkan hati..).
Subhanallah… Alloh SWT telah membukakan ilmuNya kepada kita.. Karena itu, perbanyaklah berzikir, insya Alloh “media pembawa pesan” yang merupakan 70% dari bagian tubuh kita akan membawa pesan itu keseluruh tubuh kita dan menjaganya dalam kondisi tetap baik dan sehat.. Subhanallah!!!

ikhtiar dan do’a

24 Tuesday Jan 2012

Posted by slametsukanto in kontemplasi

≈ Leave a comment

Tags

do'a, ikhtiar, injoko, komplek, rumah dinas, surabaya, tegal


suatu malam, saya tidak bisa segera tidur. Kemudian saya nglurug ke pos satpam di komplek tempat saya tinggal. Disitu saya mulai episode cangkru’an berdua dengan pak Somad, sang satpam komplek.
Ada satu hal yang membuat saya ingin lebih banyak mendengar daripada banyak bercerita, yaitu karena pengalaman hidupnya yang lebih panjang dari saya. Orang bilang, pengalaman adalah guru yang paling berharga (dan itu tidak harus pengalaman kita sendiri kan?).
Sosok pak Somad saya kenal sejak saya tinggal di Surabaya dan menempati komplek awal september 2008. Umurnya kira-kira sebaya dengan Bapak saya di Tegal, tapi dengan perawakan yang berbeda. Kalau Bapak saya kurus, pak Somad lebih berisi dan terlihat kalau waktu mudanya banyak menyelami dunia kekerasan. Cerita-cerita tentang tindak lakunya sudah saya dengar jauh hari lalu dan dia menceritakannya tidak dengan rasa bangga sebagaimana orang lain menceritakan “keberhasilannya” dalam berbuat “nakal”. Ceritanya dia tunjukkan dengan wajah penyesalan, dan sedikit berharap seandainya waktu dapat diputar kembali, niscaya segala tabiat yang tidak baik yang pernah dilakukannya tidak akan pernah dia lakukan.
Pak Somad beranak enam dengan dua diantaranya adalah laki2. Alhamdulillah lima orang anaknya sudah “mentas” dan tinggal si bungsu yang sekarang duduk di SMA. Alhamdulillah juga, semua anaknya bisa dicukupi hidupnya hanya dengan kerja pokok sebagai tukang becak pada siang hari dan sebagai satpam komplek pada malam hari dengan jumlah take home pay yang ukuran tataran hidup layak di perkotaan tidak masuk dalam hitungan perda.
Apa resepnya pak? Poo’s father said, the secret of the receipe is there’s no secret receipe..
Cuma keyakinan, bahwa rizki sudah diatur sama yang Maha Menguasai Hidup, Alloh SWT. Dari hitungan matematika, gak ada ceritanya hasil narik becak plus upah jadi satpam bisa nyekolahin anak dan membesarkannya. Dan kalaupun pak Somad mau mendemo kenaikan upahnya mencapai UMR, dia harus menyiapkan spanduk sendirian dan menggelarnya di pos satpam komplek (itu kalau dapat ijin dari polres setempat…)
Pak Somad, menambahkan satu hal pokok lagi selain keyakinan tersebut, yaitu IKHTIAR, apapun bentuknya yang penting halal dan dalam koridor keimanan. So the receipe is IMAN (inc. DOA) + IKHTIAR selanjutnya TAWAKKAL.
Apa ibrah yang saya dapat malam ini? Subhanallah..

ada hak orang lain di harta kita

24 Tuesday Jan 2012

Posted by slametsukanto in kontemplasi

≈ Leave a comment

Tags

hak orang lain di harta kita, mustahiq, nishab, rejeki, ustadz mansyur, zakat


Kalau anda diminta memilih, mana yang akan anda pilih antara dikira orang kaya padahal anda miskin atau dikira miskin padahal anda kaya? (choice is urs…)
Saya ingat perbincangan dengan teman saya dan istrinya pada suatu ketika. Dia heran, kenapa setiap kali ia mendapatkan rejeki, selalu saja – tidak lama setelah rejeki itu diterimanya- datang seseorang, entah itu saudara, temen, atau tetangga atau bahkan orang yang sebelumnya tidak dia kenal untuk meminjam, minta bantuan atau minta. Kemudian dengan satu keyakinan bahwa sebagian dari rejeki yang dia dapat terdapat bagian atau hak orang lain, dia kemudian memberikannya – dengan ikhlas.
Ustadz Mansyur, ulama yang masih muda usianya kalau tahu dengan apa yang dilakukan dengan teman saya tadi, akan mengamini tindakan teman saya.
Tapi kemudian ada satu pertanyaan yang muncul dari istri teman saya tadi, kenapa orang mengira kita banyak uangnya mas? Padahal kita cukup-cukup saja lha wong rumah aja masih di rumah dinas.
Pertanyaan itu kemudian saya jawab, karena orang melihat tangan kita “basah”.
Maksud saya, percayalah, orang melihat bahwa dari tangan kita aliran rejeki atau harta yang menjadi hak mereka itu lewat. Wallahu a’lam bishowab.
Ada beberapa hal yang membuat saya membuat statemen seperti itu. Pertama, kenapa islam menetapkan persentase dalam memungut zakat maal atas harta kita yang sudah mencapai nishab? kenapa tidak dengan hitungan spesifik dengan jumlah tertentu seperti zakat ffitrah?
Logikanya, semakin banyak maal yang kita peroleh, semakin banyak juga jumlah zakatnya.Artinya juga, Alloh SWT juga memberikan sebesar-besarnya kepada hambaNya untuk mencari maal sebanyak-banyaknya, baru kemudian dihitung berapa jumlah yang bukan merupakan haknya dan harus disisihkan sebagai zakat.
Yang kedua, terkait dengan pertanyaan saya diawal tulisan ini. Mustahiq rupanya sudah melihat kita sebagai orang kaya ( tolong kalau ada yang ngomong itu kepada kita, amini saja.. Itu do’a), dan alhamdilillah, kita tidak termasuk masakin… (rekomendasi saya atas pertanyaan diatas, sebaiknya jangan milih dua-duanya.. karena jadi orang miskin dan jadi orang pelit sama-sama tidak dikehendaki semua orang bukan?)
Yang ketiga, mudah2an Alloh SWT tidak menilainya sebagai riya’, dengan memberikan sebagian dari apa yang kita dapat (bahkan kalau bisa lebihkan dari sekedar hitungan nishab..) Insya Alloh, menjauhkan kita dari bencana yang seharusnya menimpa kita. Subhanalloh…
wallahu a’lam bishowab.

somebody have to do it

24 Tuesday Jan 2012

Posted by slametsukanto in kontemplasi

≈ Leave a comment

Tags

bintang lima, fadhilah, isra Mi'raj, jamaah tabligh


Saya tinggal di komplek perumahan, di dekat rumah saya kira-kira jarak empat rumah ada sebuah mushola. Mushola ini selalu ramai dikunjungi jamaah tabligh, dan merekalah saham utama yang memakmurkan mushola di komplek perumahan saya.
Sebagaimana lazimnya mereka berdakwah, mereka ketuk pintu rumah-rumah muslim satu persatu untuk nglurug ke mushola sholat berjamaah dan mendengarkan dibacakannya fadhilah-fadhilah.
Suatu ketika, datanglah tiga orang utusan jamaah ke rumah saya dan duduk menjadi dhoifah di rumah saya. Ketiganya melakukan taaruf dengan satu orang juru bicara baru kemudian ber amar ma’ruf nahi munkar.Kemudian saya juga mendengarkan cerita yang menarik yang disampaikan oleh tamu saya ini, diantaranya tentang perjalanan yang telah dilakukannya diantaranya tentang pengalamannya berdakwah di Aceh dan banayk hal lain yang menarik. Hingga tiba pada suatu ajakan yang kemudian dengan berat hati kemudian tidak bisa memenuhinya yaitu meminta saya meninggalkan aktifitas dunia dan melakukan perjalanan kurang lebih selama 40 hari. Hal ini tentu saja karena saya tidak bisa meninggalkan amanah pekerjaan saya, saya seorang pegawai negri ( yang dibayari gajinya sama rakyat..)
Apa yang mereka lakukan adalah tindakan mulia, dan somebody ( as moslem ) have to do it… Dan mereka telah melakukannya. Saya kemudian berinstrospeksi, apa yang sudah saya lakukan? Bisakah kita beramar ma’ruf dengan kemasan yang berbeda?
Saya membuka kembali risalah perjalanan Rasulullah.. Kemudian saya menemukan hal yang menarik dari komposisi sahabat pendukung utama Rasulullah SAW. Pertama, Abubakar Ashshidiq seorang sahabat dengan tingkat haqqul yakin yang tinggi terhadap apapun yang Rasul sampaikan (beliau sahabat yang pertama membenarkan perjalanan Isra’ Mi’raj yang Rasul lakukan). Yang kedua adalah Umar bin Khattab, seorang sahabat yang tidak ada kata ragu menghunuskan pedangnya dalam berdakwah.Yang ketiga adalah Utsman bin affan, seorang Saudagar yang siap kapanpun mengorbankan segala maal yang dimilikinya dalam rangka dakwah Rasulullah. Dan yang terakhir dari Alkhulafaur rasyidin, adalah Ali bin Abi Thalib, seorang pemikir ulung.
Bisa kita bayangkan, komposisi yang demikian sempurna kalau kemudian kita menerjemahkannya di masa saat ini dalam sebuah konsep dakwah.
Jadi menurut saya, tetaplah anda di posisi masing-masing, lakukan hal sesuai koridor Islam maka anda telah berdakwah. Ibda’ binafsi..
Harus ada yang jadi legislatif, Harus ada yang duduk di pemerintahan, harus ada yang mengkritisi, harus ada yang jadi cendikia, harus ada yang jadi pedagang, dan harus ada yang jadi rakyat jelata….. Somebody have to do it…

forensik

24 Tuesday Jan 2012

Posted by slametsukanto in kontemplasi

≈ Leave a comment

Tags

al zalzalah, al-zalzalah ayat 7, forensik, ilmu pengetahuan al qur'an


Terus terang, saya termasuk tipe manusia yang kurang menaruh minat untuk membaca buku-buku tebal. Saya lebih menyukai bacaan yang ringan dan cepat selesai.. (dasar pemalas..)
Notes ini adalah yang ke-5 setelah saya menulis note pada akhir tahun 2008.
Kali ini saya ingin menyampaikan sekedar wawasan sempit saya yang hanya tahu sedikit tapi penginnya nulis banyak… (maafin sebelumnya kalau banyak bolong disana sini… )
Ada satu kata yang mengusik perhatian saya terhadap apa yang disampaikan oleh Al Quranul Karim dalam surat Al-Zalzalah ayat 7 yang artinya:
“ Maka barang siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar zarah, niscaya Dia akan melihat {balasan}nya “
Ayat ini benar2 mengusik saya, kok bisa kebaikan sebesar zarah (atom)-pun diperhitungkan… Masya Alloh..
Kemudian baca juga ayat yang menyatakan bahwa nanti di akhirat kelak, tanganmu, kakimu, matamu, telingamu-pendeknya semua panca indera, akan dimintai pertanggungjawaban. Panca indera kita akan “bicara” tentang apa yang telah dilakukannya…. Masya Alloh… Kok bisa?
Tapi rasa keingintahuan saya kemudian coba saya jawab sendiri dengan menyatakan bahwa apa yang disampaikan oleh Al Qur’anul Karim itu tidak semata-mata berangkat dari rasa iman yang ada di dada dan ada unsur ilmu pengetahuan didalamnya.Kok bisa?
Jamak kita dengar dan lihat bagaimana cara kerja seorang dokter forensik mengenali benda apa yang mengakibatkan kematian seseorang. Apakah benda tumpul atau tajam. Apakah dari kayu atau besi. Ataukah dia minum racun ataukah tubuhnya telah disuntikkan cairan tertentu melalui jarum. Kalau tidak salah kegiatan itu dinamakan forensik.
Atau pernahkah kita memukul kaleng atau mungkin body mobil, trus akibatnya penyok di satu sisi tapi menonjol di sisi lainnya..
Ya itu tadi, kalau menurut saya, tidak ada satu aktifitaspun yang tidak meninggalkan bekas.. (falsafah ini dipegang oleh pengurai benang kusut kriminalitas menjadi : tidak ada satu kejahatanpun yang tidak meninggalkan jejak..)
Subhanalloh…
Alqur’an rupanya sudah menyampaikan hal tentang forensik…. “Maka barang siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar zarah, niscaya Dia akan melihat {balasan}nya “… subhanalloh…
Saya bukan ahli tafsir, tapi kalau boleh saya menerjemahkannya, artinya TIDAK ADA PERBUATAN BAIK YANG SIA-SIA… semuanya ter-record dan bisa diuraikan dengan ilmu forensik Illahi… ( ada yang mau menyangkal? hehehe…)
bagaimana dengan perbuatan TIDAK BAIK? sama saja… semuanya ter-record!
Tapi, Alloh Subhanahu Wata’ala maha Rahman dan Rahiim…
Jadi kesimpulannya, berbuat baiklah selama hidup kita…. (Teguhkan Iman dan Islam, dan ingat : dzaalikal kitaabu laa raiba fiihi hudal lil muttaqiin… Mudah2an kita termasuk orang yang bertaqwa.. Amiin…)

Newer posts →

Recent Posts

  • Klaster Asli
  • Tapak Tuan
  • Omah Cilik
  • tugas baru
  • Poluan

Recent Comments

Anwar Hidayat's avatarAnwar Hidayat on tugas baru
slametsukanto's avatarslametsukanto on Gedung Negara
Shinta's avatarShinta on Gedung Negara
slametsukanto's avatarslametsukanto on sei bati, bandara perintis di…
RHA Airport's avatarRHA Airport on sei bati, bandara perintis di…

Archives

  • November 2025
  • July 2024
  • June 2017
  • October 2016
  • June 2016
  • March 2016
  • February 2016
  • January 2016
  • November 2015
  • March 2015
  • January 2015
  • December 2014
  • March 2014
  • January 2014
  • December 2013
  • September 2013
  • July 2013
  • June 2013
  • May 2013
  • March 2013
  • January 2013
  • November 2012
  • October 2012
  • September 2012
  • August 2012
  • July 2012
  • June 2012
  • April 2012
  • March 2012
  • February 2012
  • January 2012

Categories

  • gawean
  • jalan-jalan
  • kontemplasi

Blog Stats

  • 29,333 hits
//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Blogs I Follow

  • Catatan Anak Bangsa
  • Kumpulan Tulisan El
  • Dinnar Homestay Surabaya Indonesia
  • pelangi.kata
  • Tulisan ringan alumni STAN
  • Aku Yang Berlumur Dosa
  • santo for mitsubishi bintaro
  • Tamar Devils_Manchunian
  • ummulnurien.com
  • cerita anwar
  • padmanaba
  • erliharyanto
  • Memento
  • Look, Think and Write
  • kotakpermen.wordpress.com/
  • beautifulhello.wordpress.com/
  • website situnis
  • Lambangsarib's Blog
  • kembalikan, kampung halamanku
  • RISTEK FT UNNES

tulisan saya

kunjungan

  • 29,333 hits

lima terbaru

  • Klaster Asli
  • Tapak Tuan
  • Omah Cilik
  • tugas baru
  • Poluan

Create a free website or blog at WordPress.com.

Catatan Anak Bangsa

raga pasti mati, tulisan mungkin abadi

Kumpulan Tulisan El

Selalu ada Petunjuk, Untuk Kemudahan

Dinnar Homestay Surabaya Indonesia

Penginapan sederhana berfasilitas bintang lima, Lokasi di Surabaya Selatan, dekat dengan Masjid Al-Akbar Surabaya.

pelangi.kata

saat goresan kata menciptakan warna ide yang nyata..

Tulisan ringan alumni STAN

mengikat ilmu dengan menuliskannya...

Aku Yang Berlumur Dosa

kusadar hidup ini hanya sebentar...dan kubersyukur hari ini masih mendapat kasih sayang...

santo for mitsubishi bintaro

The greatest WordPress.com site in all the land!

Tamar Devils_Manchunian

Hidup lebih baik saling berbagi ilmu untuk meraih kesuksesan

ummulnurien.com

cerita anwar

Just another WordPress.com weblog

padmanaba

erliharyanto

Ya Allah, tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus

Memento

- memento mori, memento vivere -

Look, Think and Write

kotakpermen.wordpress.com/

beautifulhello.wordpress.com/

website situnis

travelling

Lambangsarib's Blog

Catatan Orang Biasa

kembalikan, kampung halamanku

tentang kampung, tentang halaman, tentang apapun

RISTEK FT UNNES

Kerohanian Islam Teknik

Privacy & Cookies: This site uses cookies. By continuing to use this website, you agree to their use.
To find out more, including how to control cookies, see here: Cookie Policy
  • Subscribe Subscribed
    • slametsukanto
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • slametsukanto
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar