• Perihal

slametsukanto

~ about making ideas happens

slametsukanto

Category Archives: kontemplasi

quality meeting

15 Saturday Sep 2012

Posted by slametsukanto in kontemplasi

≈ Leave a comment

Tags

batam, cengkareng, jakarta, nafkah, Tanjung Uban


“flight attendant, door close, slide bar and cross check” demikian aba-aba yang disampaikan oleh pilot lewat speaker di ruang kabin pesawat setelah didahului dengan nada tone single berbunyi “tut”.  Aba-aba itu tentu saja ditujukan kepada segenap flight attendant atau pramugari pesawat setelah pilot mendapatkan laporan final terhadap keseluruhan kondisi pesawat termasuk diantaranya jumlah penumpang. Aba-aba inilah yang aku tunggu di trip perjalananku kali ini dari Jakarta ke Batam menuju Tanjung Uban, dimana keluarga, anak dan istriku tinggal. Aku harus  menempuh perjalanan ini di hari sabtu dimana aku seharusnya masih ada di kelas. 
Perjalananku ke cengkareng menuju penerbangan ini, aku diantar oleh seorang teman yang belum lama kenal. Dia heran dan menyampaikan pertanyaan, kenapa harus pulang sementara hari minggu aku harus kembali. Pertanyaan klasik yang terlontar adalah, “apa ada keperluan penting pak?”. Aku hanya tersenyum dan menjawab ringan, “setiap pertemuan dengan keluarga, anak istriku adalah keperluan penting mas..”, dan dengan tidak membantah ia mengamininya.
Sepanjang perjalananku ke arah bandar udara Cengkareng itu kemudian aku penuhi cerita bahwa betapa banyak juga ayah-ayah lain yang senasib denganku. Yang hanya punya waktu satu atau dua hari berkumpul bersama anak istrinya setelah seminggu atau dua minggu atau bahkan tiga minggu terpisah. Aku juga sadar, bahwa kami , ayah-ayah yang terpisah dari anak istri ini harus memiliki kesiapan yang cukup moril dan materiil, dan rasanya sudah banyak ceritaku di note-note sebelumnya di blog ini yang kalau diceritakan lagi bisa membosankan.. 🙂 . Tapi di perjalanan ini aku mendapatkan pelajaran penting dari teman yang belum lama aku kenal ini. Pelajaran itu adalah kesepahamannya bahwa bagian terpenting dari seluruh rangkaian kesibukan kami, para ayah yang “terpaksa” jauh dari anak istri, tentang quality meeting. Yup, meskipun hanya satu hari satu malam, asal pertemuan dengan anak istri ini berkualitas, jauh lebih penting daripada bertatap muka setiap hari tapi ayah tidak tahu apa-apa tentang perkembangan anak dan aktifitas istrinya. Mudah-mudahan ini bukan sekedar dalil pembenar kami para ayah yang terlalu sering meninggalkan anak istrinya demi sebuah tuntutan tugas dan pekerjaan. Niat kami tentu saja mulia, memberi nafkah yang baik kepada anak istri kami, meskipun “terpaksa” harus berjauhan dengan mereka.
Mudah-mudahan, dengan niatan ibadah, keadaan apapun yang membuat kami berada dalam kondisi seperti ini selalu mendapatkan ridho-Nya.. aamiin..

Tuhan, aku mau bercanda dengan-Mu

14 Friday Sep 2012

Posted by slametsukanto in kontemplasi

≈ Leave a comment


    Tuhan, semua adalah milik-Mu
    yang ada di kolong langitpun adalah kepunyaan-Mu
    yang terkandung didalam bumi pun ada dalam genggaman-Mu
    tidak ada satupun yang luput dari perhatian-Mu

    Tuhan, karena kami ada dalam kekuasaan-Mu
    rasanya tidak ada keberanian sedikitpun bagi kami
    untuk menengadahkan muka menatap-Mu
    apalagi membusungkan dada menantang-Mu

    Tuhan, kami adalah mahluk ciptaan-Mu
    sudah seharusnya akan selalu membutuhkan-Mu
    penghambaan kepada-Mu adalah urat nadi kami
    sewajarnya juga sering kami menangis merindu sentuhan-Mu

    Tuhan, kami tidak pernah takut kepada-Mu
    karena kami tahu Maha Rahim-Mu
    meskipun kami juga tetap saja menangis berlinang air mata 
    ketika kami membayangkan murka dan siksa neraka-Mu

    Tuhan, bisakah kami bercanda dengan-Mu?
    karena kami selalu ingin tetap bisa tersenyum
    meskipun kami tetap saja akan murung 
    melihat banyak ancaman siksa di kitab-Mu

    Tuhan, aku mau bersendagurau dengan-Mu
    untuk kami mengawali hari dengan indah dibawah lindungan-Mu
    biarkan kami bisa tetap tersenyum di tengah kerasnya hidup
    walaupun kami akan tetap menangis di tengah sujud menghadap-Mu

    Tuhan, aku mahluk-Mu yang tidak pernah berbagi  ceria dan gembira 
    dan hanya berkirim keluhan, pinta, dan curahan air mata
    karenanya, ijinkanlah aku bercanda dan tertawa dengan-Mu
    sekedar berbagi bahagia atas segala nikmat dan anugerah-Mu

puisi untukmu, ibu

12 Sunday Aug 2012

Posted by slametsukanto in kontemplasi

≈ Leave a comment


catatan saya ini catatan titipan dari seorang sahabat yang ingin mengungkapkan perasaan bangga dan kagum terhadap ayahanda tercintanya. Sahabatku ini terinspirasi oleh tulisan saya di blog yang berjudul aku selalu butuh ridhomu.
“Bapak”, demikian sahabat saya biasa memanggil ayahandanya, “adalah sosok yang luar biasa taat kepada Ibu”. Ibu yang dimaksud adalah nenek sahabat saya . “Saat bapak ditakdirkan oleh Alloh untuk menjadi yatim diusianya yang menginjak tahun ke-empat, di saat itulah Ibu menjadi panutan hidupnya”.
Tidak ada warisan berlimpah yang ditinggalkan almarhum ayahandanya saat itu. Hanya seorang ibu yang menyandang status janda miskin saja yang kemudian mendampinginya mengarungi kerasnya kehidupan. Betapa kondisi serba kekurangan bahkan memaksanya untuk mengikuti sunnah rasul Ibrahim dengan berkhitan secara massal. Kondisi demikian pula yang memaksanya menumpangkan namanya tercantum namanya di KK tetangga untuk sekedar bisa didaftarkan di sekolah dasar.
“Bapak tidak pernah membantah satu katapun apa yang dikatakan ibunya”, demikian sahabat saya berucap. Pernah di suatu waktu, saat ia masih SD, ia telah berniat membeli minyak rambut pomade yang sudah habis (untuk urusan rambut, ia memang selalu ingin tampil wellgroomed..) sepulang sekolah. Niatnya, sebenarnya mudah terlaksana dan memang lokasi dimana toko yang akan disambanginya untuk membeli pomade ini searah dengan perjalanannya pulang dari sekolah ke rumah. Akan tetapi karena di awal keberangkatannya, ibu telah berpesan untuk tidak mampir-mampir sepulang sekolah, maka niat membeli pomade itu pun diurungkan dan dibatalkannya hingga hari dimana ibu mengijinkannya membeli. Tentu saja dengan konsekuensi jeda waktu dimana ia terpaksa menikmati kondisi rambut yang tidak bisa rapi sebagaimana biasanya.
Suatu ketika juga, sebagaimana rutin dilakukannya setiap hari, ia bangun dari tidurnya untuk menunaikan sholat tahajud dengan didahului mandi. Selesai mandi, ia bersegera menggelar sajadah untuk sholat tahajud. Di saat itu, ibu juga terbangun dan meminta kepadanya untuk menunda sholat tahajudnya dan melanjutkan tidur. Ia menuruti apa yang diminta ibu dengan merebahkan kembali tubuh di atas sajadah dengan kondisi badan yang sebenarnya sudah segar karena telah dibasuh air mandi . Tidak lama, mungkin karena Ibu melihat anaknya ini tidak benar-benar bisa tidur, ibu meminta ia melanjutkan sholat tahajudnya.
“Masih banyak cerita lain tentang betapa taatnya Bapak kepada Ibunya”, demikian kata sahabatku. Bahkan disaat usianya kini telah menginjak tahun ke 67 , ia masih demikian adanya. Tidak pernah berkata tidak apa yang menjadi perintah dan permintaan ibunya.
“Betapa agungnya Ibu dimata Bapak”, hingga terciptalah sebuah puisi :

IBU …
tak ada yang dapat kukatakan kepadamu, selain untaian terimakasih yang tiada tara, untuk segala kasih dan pengorbananmu…
Semoga …
Allah selalu memberiku kesempatan dan menyadarkanku akan kesempatan itu,
untuk sedikit mewujudkan mimpimu atas diriku sebagai ucapan terimakasihku,
walau seandainyapun kuwujudkan semua mimpimu atasku, tak akan mampu menebus semua pengorbananmu,
Namun setidaknya ada yg bisa kulakukan untuk sedikit menebus air mata yang selalu mengalir mengiringi doa panjangmu untuk kami,
Doa panjang yang kau panjatkan pada ILLAHI RABBI saat kami sedang terlelap dalam indahnya mimpi,
doa yang tiada lelah selalu engkau sertakan dalam setiap langkah kami,
doa yang selalu dan akan selalu menjadi sumber kekuatan kami,
doa yang kadang tak pernah kami sadari sebagai harapan kecil darimu untuk kami,
harapan yang tak pernah engkau katakan dan kadang harus terabaiakan karena engkau tak ingin membebani langkah putra putrimu dengan sedikit harapanmu,
Maafkan kami yang tanpa sadar mungkin telah merenggut sebagian dari mimpimu,

IBU betapa mulianya dirimu…
Maafkan kami yang kadang tak mengerti akan kata hatimu,
harapan kecilmu, dan sedikit impianmu atas kami,
Dalam diammu semakin kumenyadari, bahwa belum ada yg bisa kami lakukan untuk membahagiakanmu IBU …
Namun kami selalu memohon,
Semoga Allah memberi kami banyak kesempatan untuk memberikan kebanggaan kepadamu IBU …
Kebangaan yang akan menghadirkan senyum manismu,
senyuman yg ketika merekah hangatnya melebihi sinar mentari pagi,
Senyuman yang mampu membuat kami seolah tak memerlukan apa-apa lagi di dunia ini,
Senyummu IBU penerang jalan kami,
ridhomu IBU permudah langkah kami.

Semoga suatu saat ada yang bisa lakukan umtukmu, sehingga engkau bangga menyebut kami anakmu, seperti bangganya kami, menyebut engkau ,sang malaikat kami di bumi, IBU …
sang surya kami …

I LOVE U So much …
IBU …

(tribute untuk sahabatku fhierda, maaf jika kurang berkenan)

waktu

12 Sunday Aug 2012

Posted by slametsukanto in kontemplasi

≈ Leave a comment


apa yang terjadi kepadaku saat ini?
rasanya hanya membuang-buang waktu saja
padahal ia tidak bisa kembali
ia hanya menguap begitu saja

apa yang membuatku seperti ini?
rasanya seperti tidak berdaya
hanya mengisi hari dengan hal yang sia-sia
dan waktupun menguap begitu saja

apa yang bisa menggugahku dari keadaan ini?
rasanya ingin ada yang meraih tanganku
mengajakku memanfaatkan luangnya waktu
agar ia tigak menguap dan berlalu begitu saja

apa yang aku rasakan saat ini?
rasanya hanya gundah gulana didalam hati
memandang kosong di ujung malam hingga pagi menjelang
dan di hari itu waktu terbuang tanpa sisa menguap begitu saja

Tuhan, bantu aku tetap terjaga
agar aku tidak terlena dan membuang waktu dalam hampa
aku ingin Engkau selalu mengingatkanku
betapa berharganya waktu, sayang jika dibuang percuma
dan menguap begitu saja

berdamai dengan waktu

11 Saturday Aug 2012

Posted by slametsukanto in kontemplasi

≈ Leave a comment

Tags

Bintan, kabupaten kotawaringin timur, kalimantan, sampit


Suatu malam, karena banyaknya waktu luang yang ada, aku mengisinya dengan membuat note di ipad.  Sementara ini sudah ada tigapuluh tulisan lebih yang berisi segala hal, mulai dari kisah tentang pekerjaan, suasana hati, perjalanan atau sekedar permainan pikiran. Tidak ada yang aku rekayasa dari semua tulisan itu, murni apa adanya.. hehehehe..

Tema awal dari rangkaian menulis ini adalah dalam rangka mengisi waktu. Ya, waktu yang sebagaimana aku sampaikan di awal tadi, banyak tersedia disepanjang hari selama penempatan dinasku di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur dimana  hitungan saat aku membuat tulisan ini adalah memasuki bulan kesembilan.

Ketersediaan waktu jugalah yang memaksa aku harus mengisinya dengan hal-hal yang bermanfaat, dimana pilihanku jatuh kepada dua kegiatan yaitu menulis dan berolahraga, futsal dan bulutangkis. Satu cabang olahraga lagi , bola volley sedang dalam tahap membangun team dan melatih pemain mendatangkan pelatih lokal dengan harapan akhir tahun ini menjelang Hari Keuangan bisa tampil dalam kompetisi. Semua itu bermuara satu hal, membuat aku tenggelam dalam kesibukan alias menyibukkan diri, dan tidak merasakan pergeseran waktu. Rasanya setiap minggu menunggu kapan datangnya saat bermain badminton, kapan datangnya saat bermain futsal dan kapan datangnya saat melihat anggota aku berlatih bola volley. Terus begitu setiap minggu hingga sampai di bulan ke sembilan ini.

Tapi  tetap saja, waktu, adalah musuhku disaat malam menjelang tidur tapi dihinggapi rindu yang sangat kepada keluarga nun jauh disana. Rasanya tetap saja tidak puas mendengar suara mereka, chat lewat bbm atau melihat foto terkini yang mereka kirim. Rasanya tetap saja aku pengen ada di sisi mereka. hiks..

Waktu juga menjadi musuhku di hari minggu dan hari libur lainnya dimana biasanya seorang ayah menghabiskan waktu liburnya bersama keluarga, sedangkan aku tidak. Aku disini, di Sampit, pulau Kalimantan, mereka, anak istriku, di Bintan (tapi mungkin juga lain rasanya seandainya hari minggu atau hari libur itu aku jalani di Surabaya dimana tersedia banyak mall dan tempat yang bisa dikunjungi untuk menghibur diri…hehehe..)

Waktu, rasanya cepat sekali disaat aku diberi kesempatan menemui keluarga. Rasanya ingin disaat aku bersama keluarga, waktu di freeze atau minimal dibuat slow motion.
Waktu, adalah relatif..  Ia akan menjadi sama sekali tidak bersahabat manakala kita menungguinya, dan akan terasa sangaaaaat lama. Ia juga tetap saja tidak bersahabat dan menjadi seolah-olah di- fast forward manakala kita  mengharapkannya lebih dari sekedar 24 jam sehari.

Kini aku, dan mudah-mudahan teman-teman lain yang mungkin senasib dengan aku di seluruh wilayah Indonesia yang sedang dalam masa penempatan dan terpisah dengan keluarga, harus berdamai dengan waktu. Rasanya ia tidak mungkin kita lawan karena sebenarnya juga ia berada didalam rasa di hati kita sendiri dan relatif.

Mudah-mudahan waktu, yang relatif ini, tidak membuat kita menjadi rugi, sebagaimana diwahyukan dalam Kitabulloh, karenanya  kita mesti mengisinya dengan berbuat baik dan menjadi rahmatan lil’alamiin.. aamiin..

melihatmu tumbuh

11 Saturday Aug 2012

Posted by slametsukanto in kontemplasi

≈ Leave a comment


Nak, usiamu sekarang sudah lewat empatbelas tahun, usia yang sebagian besar terpaksa kamu lewati tanpa kehadiran papamu secara penuh. Usiamu hanya berbeda tiga tahun dari adikmu yang juga mengalami nasib sama dengan dirimu, tumbuh dengan tanpa kehadiran papamu di setiap harinya.
Empatbelas tahun yang lalu, kami, papa dan mamamu menunggu saat kehadiranmu di klinik sederhana milik Bidan Yeni di Tanjung Uban, Bintan . Sebuah klinik yang menurut kami sudah cukup representatif menyambut kehadiranmu di dunia dengan suara jerit melengking tangismu. Saat yang kami tunggu selama kurang lebih sembilan bulan sepuluh harimu di kandungan mamamu. Sembilan bulan itu pula mamamu selalu mendapat sapaan tentang betapa besarnya kandungan yang berisi dirimu. Sapaan orang- orang itu adalah dari saudara-saudara kita yang setelah dirimu menginjak usia empat belas tahun kini engkau akan memanggilnya sebagai bude, pakde, mbah dan uwak. Orang banyak menyangka betapa besar ukuran kandungan mamamu dan menebak ada anak kembar didalam perut mamamu.
Sepanjang dirimu didalam kandungan itu, kami merasa telah berusaha cukup memenuhimu dengan makanan terbaik yang bisa kami beri. Kamu tahu nak, saat itu kami berikan makanan laut yang segar dan susu terbaik yang bisa kami beri serta makanan lain yang dari situ kami berharap dirimu bisa tumbuh dengan baik dan kelak menjadi pejuang bagi keluarga, bangsa dan agamamu.
Tiga tahun setelah kelahiranmu, di bulan yang sama, bulan Januari, dirimu ikut serta menunggu kelahiran adikmu di sebuah klinik milik dokter spesialis kandungan di Tanjung Pinang, Bintan. Saat itu adikmu lebih beruntung karena bisa ditangani oleh dokter spesialis kandungan, sedangkan dirimu “hanya” ditangani oleh seorang bidan.
Papa dan mamamu tak henti-hentinya bersyukur atas kelahiran kalian yang tidak memaksa kami, orangtuamu, mengeluarkanmu dari rahim mamamu dengan biaya besar melalui operasi cesar seperti beberapa saudaramu yang lain. Kalian terlahir dan hadir di dunia ini dengan proses normal dengan tenaga mamamu dan ditemani papamu disisinya.
Kini engkau telah tumbuh besar seiring perubahan pita suaramu dan tinggi berat badanmu yang telah menyamai tinggi papamu. Kini engkau telah belajar menghadapi beragamnya karakter manusia melalui media organisasi di sekolah , dimana dirimu menerima daulat sebagai ketuanya. Engkau juga belajar bahwa dalam sebuah kompetisi seperti layaknya kehidupan ada kalanya menang dan ada kalanya kalah yang kalian pelajari itu dari kegemaran kalian bersepakbola, sebuah olah raga dimana dirimu memfavoritkan sekali klub asal Inggris, Tottenham Hotspurs. Papa dan mamamu akan selalu setuju dan berusaha memenuhi keinginan kalian sepanjang itu bisa membekalimu meniti kerasnya kehidupanmu kelak dimana kalian berdua terlahir sebagai lelaki, mesti bersiaplah menjadi pemimpin di keluargamu nanti , dimana tugas kami adalah membekalimu dengan ilmu dunia dan ilmu akherat.
Nak, papamu sadar, bahwa disepanjang paruh usiamu, kalian hadir tanpa kehadiran papamu dan melihatmu tumbuh dan hanya ada mamamu yang dengan setia mengurus segala kebutuhanmu. Keadaan ini mesti kita hadapi sebagai sebuah perjuangan dan ujian dari Alloh Subhanahu wata’ala. Tugasmu sekarang, gapailah apa yang menjadi harapan dalam mimpimu setelah kami membekalimu dengan ilmu dunia dan ilmu akhirat. Bukankah engkau pengen sekolah tinggi hingga ke Tootenham Hotspurs dimana klub kesayanganmu berada? Dan adikmu, bukankah ia pengen sekolah ke Manchester dimana Manchester United klub kesayangannya berada? Mimpikanlah itu dan buatlah nyata suatu hari kelak dengan do’a, ikhtiar dan tawakkalmu. Mudah2an, papa dan mamamu bisa melihat kalian tumbuh dan menggapai apa yang diimpikan, aamiin ya robbal’alamiin..

matematika alqur’an

03 Tuesday Jul 2012

Posted by slametsukanto in kontemplasi

≈ 1 Comment


tepat tiga hari kepulangan emak, kami, anak-anaknya yang berjumlah sembilan, berkumpul untuk membicarakan hal-hal yang mendesak diputuskan. hal-hal yang mesti diputuskan malam itu juga karena kesempatan kami bisa berkumpul dalam formasi lengkap adalah langka, bahkan dalam momen lebaran hari raya iedul fitri sekalipun.
tidak ada rasa sedih berlebihan yang terlihat diwajah kami di kesempatan itu. rasa sedih karena kehilangan orang terkasih yang sewajarnya saja yang nampak dari raut muka kami. sisanya adalah RASA BANGGA yang mesti saya tulis dengan huruf besar. ya, rasa bangga itu justru yang akhirnya mendominasi topik pembicaraan kami karena hal-hal mendesak dimusyawarhkan tadi sudah dengan cepat diputuskan bersama. rasa bangga karena kami memiliki orang tua yang luar biasa, tentu saja di mata kami dan versi kami.
kami bersembilan sepakat bahwa manajemen yang orangtua kami terapkan dalam mengelola rumah tangga adalah murni berdasar hitung-hitungan alqur’an, matematika alqur’an. kami semua menyadari bahwa kami dibesarkan tidak dengan limpahan kekayaan materi yang membuat kami bisa melalui jenjang pendidikan diatas rata-rata di lingkungan sekitar kami. kami hanya dibesarkan oleh seorang bapak yang mempunyai profesi tukang batu yang tentu saja tidak memiliki fix income sebagaimana pegawai kantoran. tukang batu yang hanya akan dapat menerima upahnya setelah tetesan keringat telah bercucuran dari sekujur tubuhnya. upah itu bisa harian, mingguan atau borongan tergantung perjanjian yang disepakati dengan pemberi kerja. kondisi ini jugalah yang membuat orangtua kami memutuskan untuk membagi jenjang pendidikan yang lebih tinggi kepada anak laki-lakinya dibanding anak perempuannya. orangtua kami membuat skala prioritas demikian karena anak laki-lakinya akan jadi kepala rumah tangga jika kelak mereka telah memutuskan menikah.
manajemen yang menurut hitungan kami, akan selalu berdampak besar pasak dari tiang,mengingat kami tahu betul berapa nilai rupiah yang yang mengalir ke kantong orangtua kami dan berapa yang mesti dikeluarkannya dalam rangka membiayai kehidupan kami secara keseluruhan. kadang malah pengeluaran yang mesti keluar dalam rangka membiayai pendidikan kami berlipat karena secara bersamaan ada diantara anaknya yang masuk jenjang sekolah yang lebih tinggi. itu menurut hitungan kami, dimana saat itu kebisaan kami hanyalah meminta dan menyampaikan kebutuhan kami yang mesti dipenuhi dalam rangka proses pendidikan. sungguh jahat kami saat itu karena tidak bisa mandiri dan membantu pembiayaan pendidikan yang menjadi beban orangtua kami.
kami juga tahu bahwa kondisi keterpaksaan yang ada memaksa orangtua kami berhutang sementara ke warung tetangga kami untuk kebutuhan dapur. tapi posisi hutang ini akan menjadi skala prioritas orangtua kami untuk melakukan pelunasan hingga sisanya itulah yang bisa kami nikmati sampai ada kelanjutan rizki yang turun di kesempatan berikutnya.
sebuah manajemen yang kadang dengan apa adanya disampaikan bahwa orangtua kami masih senantiasa direpoti oleh anaknya yang telah berkeluarga dan baru belajar membangun dan memanage rumahtangga. bahwa kadang juga dengan keterpaksaan disampaikan bahwa mereka tidak memiliki apa yang dibutuhkan, tapi sesaat hari berikutnya bisa dipenuhinya apa yang menjadi kebutuhan dan diminta oleh anaknya.
kami sepakat bahwa manajemen yang dipakai oleh orangtua kami adalah manajemen alqur’an. sebuah manajemen yang menyerahkan hitung-hitungan mungkin dan tidak mungkinnya dipenuhi kebutuhan keluarga kepada Alloh semata. orangtua kami sadar bahwa tugas mereka hanya bekerja sebisa yang mereka mampu untuk mencukupi kebutuhan kami, sembilan orang anaknya.
jadi, dalam kondisi saat ini, kami anak-anaknya yang jauh lebih baik dari nasib pekerjaan orangtua kami, malu rasanya untuk mengeluh tentang betapa beratnya membiayai sekolah anak-anak kami yang bilangan nominalnya saja paling banyak hanya separoh dari yang orang tua kami tanggung. 
semestinyalah kami tetap berguru kepada guru terdekat kami, orangtua kami dalam menata dan memanage rumah tangga kami melalui manajemen alqur’an.
subhanalloh..

Tumbang Samba

03 Tuesday Jul 2012

Posted by slametsukanto in kontemplasi

≈ 1 Comment

Tags

kalimantan, kasongan, katingan, palangkaraya, sampit, sungai katingan, tumbang samba


wuiih.. sebuah perjalanan yang lumayan menguras energi walaupun dengan kondisi jalan yang relatif baik untuk ukuran daerah pinggir Kalimantan Tengah. Tumbang Samba, sebuah kota kecamatan dengan nama resminya Kecamatan Katingan Tengah dibawah provinsi Kalimantan Tengah, harus saya tempuh sejak pukul 03:15 dinihari demi mengejar jadwal sosialisasi cukai hasil tembakau yang direncanakan digelar pukul 08:00. 
perjalanan di awal hari itu saya ditemani oleh anggotaku, dengan pertimbangan keselamatan karena rasanya kurang sreg melakukan perjalanan ke daerah yang sama sekali belum pernah saya kunjungi. perjalanan dinihari itu yang rencananya saya tempuh sendiri dengan mobil ford ranger dinas, dibatalkan dan saya memilih menggunakan jasa perusahaan travel.
perjalanan ke lokasi sosialisasi di Tumbang Samba Kecamatan Katingan Tengah saya tempuh melalui jalur darat searah ke Palangkaraya, tepatnya di separuh perjalanan ke arah Palangkaraya, kami harus belok kiri tepat di jalan didepan Rumah Makan Banua Lima di kilometer 106. dari situ kami harus menelusuri jalan yang tidak seramai jalur Sampit-Palangkaraya diperkirakan selama 2,5 jam. dan benar saja, saya baru nyampai ke lokasi di Tumbang Samba sekitar pukul 7:45 atau 15 menit sebelum acara dimulai dan mendapat sambutan dari Camat Katingan Tengah dan Kabid Perdagangan Kabupaten Katingan. dengan ketibaan waktu yang sedemikian mepet ini, otomatis tidak ada kesempatan buat mandi atau ngelap badan. alhamdulillah acara sosialisasi berjalan lancar dan diikuti segenap peserta secara antusias dan mendapat apresiasi positif. sebuah pengalaman berharga dan bangga bisa mengenalkan dan membagi ilmu kepada masyarakat di daerah yang sama sekali baru buatku di pedalaman Kalimantan tentang cukai tembakau, pungutan negara yang berada di posisi dilematis antara penerimaan negara dan menyehatkan warga dari bahaya merokok.
Tumbang Samba, sebuah nama dan tempat yang baru sekali ini saya kunjungi, ternyata banyak diisi oleh pendatang dari Jawa dan kebetulan salah satunya ikut menjadi bagian peserta sosialisasi dan ikut mengajukan pertanyaan di sesi tanya jawab. namanya Paijo dengan profesi sebelum pensiun adalah Guru dan telah menetap di Tumbang Samba selama limapuluh tahun serta telah menjadi ta’mir mesjid di seberang saya melakukan sosialisasi yang dibangun oleh Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila, sama dengan mesjid besar di Sampit yang juga dibangun oleh yayasan yang sama binaan alm. Bapak Soeharto.

tumbang samba

Tumbang Samba, letaknya di pinggir sungai Katingan, terasa sekali denyut nadi perekonomiannya ditandai dengan ramainya pasar walaupun hanya sepintas saya melewatinya. di seberang sungai katingan ini menurut penuturan beberapa orang yang sempat saya tanya, bisa langsung menuju kantor bupati Kasongan dengan melewati perahu penyeberangan. 
Tumbang Samba atau Muara Samba, mudah-mudahan bisa menambah referensiku tentang betapa luasnya wilayah Kalimantan. next trip, saya berencana melakukan touring ke Balikpapan melalui jalur darat. wish me luck.

cukup dua tahun

01 Sunday Jul 2012

Posted by slametsukanto in kontemplasi

≈ Leave a comment


tepat tanggal 22 Juni 2012 dini hari pukul 04.00 WIB, emak meninggalkan kami. menurut hitungan waktu masehi , emak menyusul bapak kurang lebih setelah dua tahun. 
memang di awal kepergian bapak, kondisi emak ngedrop hingga hampit kurang lebih setahun, namun alhamdulillah memasuki tahun kedua, kondisi emak jauh lebih baik. di kepulanganku terakhir tanggal 2 juni 2012, emak bahkan menyatakan bahwa sakit di lutut yang selama ini menghalanginya untuk sholat secara berdiri, ia nyatakan sudah hilang, tapi emak belum cukup pede untuk sholat secara berdiri. keluhan yang dinyatakannya sebelum berpulang ke rahmatulloh adalah sesak nafas yang dirasakannya dan memaksanya membangunkan adikku tepat pukul 3 pagi. sesak nafas ini juga yang menjadi perantara Alloh mengambil roh emak menuju khusnul khotimah, setelah melalui rangkaian tindakan medis sebagai bentuk ikhtiar. sepanjang menuju khusnul khotimah itu, hanya nama Alloh yang terdengar melalui lafaz istighfar dari mulutnya. subhanalloh..
aku mendengar kabar duka itu jam 4:43 pagi dari mba makmah, dan segera aku mempersiapkan kepulanganku ke Tegal melalui Pangkalan Bun – Semarang. alhamdulillah, atas izin Alloh melalui bantuan sahabat-sahabatku, semuanya berjalan lancar hingga aku diberi kesempatan untuk melihat wajah emak terakhir kalinya, menyolatkan dan memakamkannya disamping makam bapak di kuburan yang letaknya persis di sebelah rumah kami.
kini tinggal kami bersembilan, anak-anaknya yang masih mengalirkan do’a untuk kedua orang tua kami. hanya do’a dari kamilah yang diharapkan oleh bapak dan emak sebagai bekal amal menuju jannah di yaumul hisab. 
ya Rab, jadikanlah kami anak-anak yang berbakti sepeninggal kedua orang tua kami. anak-anak yang mau mendo’akan kedua orang tua kami  di setiap usai sholat lima waktu kami.
ya Rab, ampunilah dosa kedua orangtua kami..
ya Rab, maafkanlah kedua orangtua kami..
ya Rab, tempatkan kedua orangtua kami di tempat yang mulia, di jannah-Mu..
ya Rab, lapangkanlah kubur kedua orangtua kami..
ya Rab, bersihkanlah kedua orangtua kami dari segala kesalahan..
ya Rab, Ampunilah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah..
ya Rab, masukkan kedua orangtua kami ke Jannah..
ya Rab, jagalah kedua orangtua kami dari siksa kubur dan Neraka..
ya Rab, sesungguhnya Engkau Maha Pengabul Do’a..
aamiin ya robbal ‘alamiin..

telesilaturahim

08 Friday Jun 2012

Posted by slametsukanto in kontemplasi

≈ Leave a comment

Tags

facebook, fb, silaturahim, Sinar Jaya, status, telesilaturahim


“Sekedar tanya gmn kbrnya,apa susahnya siy..”

Demikian terbaca di status fb teman. Status atau statement ini menurutku adalah ungkapan kekesalan tentang ketiadaan kabar, ketiadaan informasi yang menenangkan hati, kebutuhan akan perhatian, butuh ditanya : gimana kabarnya hari ini.. ( pertanyaan yang bagi sebagian orang berbau basa-basi ).  Seperti  juga pertanyaan basi lainnya yang sering nongol di layar hp kita : ” lagi ngapain? “dimana?”
Kebutuhan informasi tentang keadaan, tentang keberadaan, tentang apa saja yang sedang dilakukan oleh seseorang yang menurut kita patut kita perhatikan sudah barang tentu karena posisi orang ini adalah istimewa bagi kita. bisa ia adalah istri kita, suami kita, anak kita, saudara dekat kita, ayah kita, ibu kita, teman dekat kita, atau kenalan baru kita.. hehehe..
Beruntunglah bagi kita di era sekarang ini, adanya media sosial fb, twit, bbm, ym, skype, dan media lainnya, bisa mengetahui kondisi orang-orang yang kita kenal , orang yang dekat dengan kita tapi terpisahkan jarak, secara real time. Artinya, jejaring silaturahim juga bisa realtime.. inilah yang aku sebut telesilaturahim.
Sah-sah saja kita berharap, dengan menyambungkan silaturahim meskipun melalui media telesilaturahim, bisa melapangkan rizqi dan memanjangkan umur yang bermanfaat.
Kita bisa tetap melakukan aktifitas kita ( misalnya rapat ) sembari menanyakan kabar teman di group bbm yang ujung2nya cengar-cengir sendiri. Atau bisa jadi malah ngakak melihat foto prewedding temen seangkatan yang usianya sudah mendekati 40 tahun tapi baru laku dengan gaya pakaian seragamnya yang kelihatan gagah, sambil mbathin : akhirnya laku juga nih anak.. hihihi..
Telesilaturahim melalui jejaring nirkabel saat ini bagiku adalah salah satu kebutuhan pokok. Betapa tidak, saat ini aku berada di jarak sekitar 900 km dari anak dan istriku yang kalu harus ditempuh perjalanan, komplit semua mode angkutan, darat – laut – udara dan menginjakkan kaki di empat pulau ( dua pulau besar dan dua pulau kecil ).
Kebutuhan pokok telesilaturahim ini juga yang membuatku bisa tetap terhubung dengan teman-teman di seantero nusantara, Aceh sampai Ambon. Tidak ada batas waktu , yang ada hanyalah status pending. Senang rasanya juga melihat status teman-teman di bbm atau fb akhirnya berstatus “alhamdulillah” atau “puji Tuhan” setelah sekian lama status update-nya dipenuhi dengan “miss u” atau “semoga kalian baik-baik saja” atau “menghabiskan waktu”.. hehehe..
Telesilaturahim ini juga yang membuatku bisa terhubung kembali dengan teman-teman yang saat ini sebaran pekerjaannya sangat variatif. Ada yang jadi pak Wali , ada juga yang jadi kepala pool Sinar Jaya,  ada yang tetap tinggal dan berkarir di Tegal,  ada juga yang berkarir sebagai ibu rumahtangga mengikuti suami di Singapura.
Telesilaturahim, mudah2an tetap menjadi media penunjang silaturahim dan bermanfaat positif menjaga hubungan baik dan kekeluargaan. Mudah-mudahan juga bisa menjadi media ekspresif keturutsertaan merasai kesukaan disaat teman sejawat menikmati kebahagiaan dan metasai kedukaan disaat teman sejawat menjalani penderitaan.
Sekedar bertanya, “gimana kabarnya?” , saya rasa cukup sebagai prolog dari sebuah telesilaturahim.

← Older posts
Newer posts →

Recent Posts

  • Klaster Asli
  • Tapak Tuan
  • Omah Cilik
  • tugas baru
  • Poluan

Recent Comments

Anwar Hidayat's avatarAnwar Hidayat on tugas baru
slametsukanto's avatarslametsukanto on Gedung Negara
Shinta's avatarShinta on Gedung Negara
slametsukanto's avatarslametsukanto on sei bati, bandara perintis di…
RHA Airport's avatarRHA Airport on sei bati, bandara perintis di…

Archives

  • November 2025
  • July 2024
  • June 2017
  • October 2016
  • June 2016
  • March 2016
  • February 2016
  • January 2016
  • November 2015
  • March 2015
  • January 2015
  • December 2014
  • March 2014
  • January 2014
  • December 2013
  • September 2013
  • July 2013
  • June 2013
  • May 2013
  • March 2013
  • January 2013
  • November 2012
  • October 2012
  • September 2012
  • August 2012
  • July 2012
  • June 2012
  • April 2012
  • March 2012
  • February 2012
  • January 2012

Categories

  • gawean
  • jalan-jalan
  • kontemplasi

Blog Stats

  • 29,334 hits
//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Blogs I Follow

  • Catatan Anak Bangsa
  • Kumpulan Tulisan El
  • Dinnar Homestay Surabaya Indonesia
  • pelangi.kata
  • Tulisan ringan alumni STAN
  • Aku Yang Berlumur Dosa
  • santo for mitsubishi bintaro
  • Tamar Devils_Manchunian
  • ummulnurien.com
  • cerita anwar
  • padmanaba
  • erliharyanto
  • Memento
  • Look, Think and Write
  • kotakpermen.wordpress.com/
  • beautifulhello.wordpress.com/
  • website situnis
  • Lambangsarib's Blog
  • kembalikan, kampung halamanku
  • RISTEK FT UNNES

tulisan saya

kunjungan

  • 29,334 hits

lima terbaru

  • Klaster Asli
  • Tapak Tuan
  • Omah Cilik
  • tugas baru
  • Poluan

Blog at WordPress.com.

Catatan Anak Bangsa

raga pasti mati, tulisan mungkin abadi

Kumpulan Tulisan El

Selalu ada Petunjuk, Untuk Kemudahan

Dinnar Homestay Surabaya Indonesia

Penginapan sederhana berfasilitas bintang lima, Lokasi di Surabaya Selatan, dekat dengan Masjid Al-Akbar Surabaya.

pelangi.kata

saat goresan kata menciptakan warna ide yang nyata..

Tulisan ringan alumni STAN

mengikat ilmu dengan menuliskannya...

Aku Yang Berlumur Dosa

kusadar hidup ini hanya sebentar...dan kubersyukur hari ini masih mendapat kasih sayang...

santo for mitsubishi bintaro

The greatest WordPress.com site in all the land!

Tamar Devils_Manchunian

Hidup lebih baik saling berbagi ilmu untuk meraih kesuksesan

ummulnurien.com

cerita anwar

Just another WordPress.com weblog

padmanaba

erliharyanto

Ya Allah, tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus

Memento

- memento mori, memento vivere -

Look, Think and Write

kotakpermen.wordpress.com/

beautifulhello.wordpress.com/

website situnis

travelling

Lambangsarib's Blog

Catatan Orang Biasa

kembalikan, kampung halamanku

tentang kampung, tentang halaman, tentang apapun

RISTEK FT UNNES

Kerohanian Islam Teknik

Privacy & Cookies: This site uses cookies. By continuing to use this website, you agree to their use.
To find out more, including how to control cookies, see here: Cookie Policy
  • Subscribe Subscribed
    • slametsukanto
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • slametsukanto
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
 

Loading Comments...