• Perihal

slametsukanto

~ about making ideas happens

slametsukanto

Author Archives: slametsukanto

Dialog meja makan

25 Wednesday Jan 2012

Posted by slametsukanto in kontemplasi

≈ 1 Comment


Ada satu hal yang  kurasakan kehilangannya saat jauh dari anak dan istri tercinta, selain kehilangan-kehilangan lainnya. Ia adalah saat bertemu dan berdialog di meja makan sambil menikmati makan malam sepulang sholat magrib di musholla. Saat itu bisa aku ceritakan kepada anakku bahwa saat makan malam seperti inilah syaithonirrojiim menunggu kelengahan ahlilbait sesaat setelah pulang dari sholat magrib di musholla dan masuk ke rumah. Jika kita lupa mengucapkan salam, maka syaithonirrojiim bergembira karena malam ini ia telah mendapat tempat menginapnya.  Yang lebih penting adalah  ketika kita telah berada di meja makan sebelum mulai makan malam. Jika kita lupa mengucapkan do’a maka syaithonirrojiim telah mendapatkan makan malamnya sama dengan apa yang kita makan. Na’uzubillahi minzalik.. 
Jadi ingatlah akan dua hal itu nak! Unjuklah salam sebelum kau masuk kedalam rumahmu dan ketika bertamu serta bacalah ayat Tuhanmu ketika hendak memasukkan makanan kedalam ragamu yang kita hendak ia menjadi daging dan menjaga sehat ragamu. Amiiin…
Saat di meja makan itulah banyak hal lain yang bisa disampaikan dan rasanya terlalu pendek masa makan malam itu.
Dialog di meja makan itulah saat dimana aku menerima laporan-laporan ringkas seputar apa yang terjadi saat aku berada di kantor, saat dimana mereka, anak dan istriku juga memiliki aktifitasnya masing-masing. 
Dialog di meja makan itulah aku bisa bercerita betapa dulu bapakmu ini cukup disuguhi makan malam dengan lauk telor dadar dipotong menjadi enam dengan tempe atau tahu serta sayur asam seadanya, karena memang itulah adanya nak. Jadi sudah semestinya kalian nak, bersyukur karena orangtuamu telah bisa memberikan makanan yang bisa menutrisi darahmu dengan kandungan gizi yang Insya Alloh cukup meskipun jauh dari sempurna.. Bersyukurlah nak, karena kalian seringkali liat sendiri betapa banyak anak seusia kalian yang tidak merasakan apa yang kalian makan saat ini…
Dialog di meja makan saat makan malam.. Sudah sekitar setahun ini frekuensimu jadi jauuh berkurang.. Sekarang, paling cepat dua minggu sekali, itu dengan resiko terpotong minimal 2,5% hakmu nak..  (walaupun engkau rela habis 100% pun nggak masalah yang penting ada aku disisimu.. )
Dialog meja makan, mudah-mudahan dimasa yang akan datang, suasana saat seperti dulu saat kalian berdua masih lucu-2nya , masih bisa kita teruskan setelah papamu ini dipindahkan dan kita berkumpul bersama lagi.. Amiiin.. 

Wisdom in the air

25 Wednesday Jan 2012

Posted by slametsukanto in kontemplasi

≈ 2 Comments

Tags

Jemy V. Confindo, Lion Air, Wisdom in the air


Untuk yang kedua kalinya saya tertarik dengan bacaan yang ada di Lionmag, Wisdom in the air yang ditulis oleh Jemy V.Confido yang punya situs di http://www.jemyconfido.com
Kali ini, Jemy menuturkan tentang Kebenaran dan Pembenaran.
Alkisah tentang seorang pemuda yang memiliki sebuah mikroskop. Sedemikian takjubnya ia dengan benda ini sehingga berulangkali dicobanya alat ini untuk melihat benda-benda yang indah seperti kelopak bunga dan batu mutiara. Hingga suatu ketika, saat ia tengah menyantap sambal kegemarannya yang biasa ia beli d warung pinggir jalan, tergerak hatinya untuk mencoba melihat apa yang ada dalam sambal itu. Betapa terkejutnya ia manakala dilihatnya ada cacing bergerak2 didalam sambal yang ditempatkannya dibawah mikroskop itu. Sejenak ia terduduk dan berpikir merenung betapa ia telah sekian tahun lamanya mengkonsumsi sambal itu, dan baik- baik saja. Bahkan ia masih teringat saat teman2 nya diolehi bungkusan sambal itupun mereka berkomentar yang sama. 
Lamanya ia terdiam sampai kemudian pemuda ini mengambil keputusan. Diangkatnya mikroskop itu, dibantingnya hingga berkeping dan dilemparkannya ke semak belakang rumahnya.
Kisah diatas menggambarkan kehidupan nyata yang seringkali dihadapi kita. Saat kita bertemu dengan hal yang indah dan menyenangkan kita, akan dengan senang hatinya kita menerimanya sebagai sebuah kebenaran. Akan tetapi saat kita dihadapkan dengan hal yang tidak berkenan dan tidak menyenangkan, dengan mudahnya kita akan membuangnya dan mencari pembenaran atas tindakan kita itu.
Jemy Confido menggrading Pembenaran sebagaimana sebuah stadium kanker. Dimana menurutnya, stadium awal dari Pembenaran itu adalah Blaming atau menyalahkan orang lain. Contoh yang disampaikannya adalah ungkapan : ” saya sudah berusaha melakukan yang terbaik, tapi tidak ada yang mendukung saya”. Bisa jadi sebenarnya orang tersebut telah benar-benar berusaha, tapi dalam konteks ini orang tersebut adalah dia belum berusaha sebaik yang dia ucapkan namun menutupinya dengan menyalahkan pihak-pihak yangg tidak mendukungnya. Pengobatan atas kanker pembenaran stadium ini bisa diobati dengan merubah pertanyaan tersebut diatas ditujukan kepada diri kita sendiri dengan bertanya : ” benarkah saya sudah melakukan yang terbaik dan benarkah tidak ada satu orangpun yang mendukung saya?”
Pada stadium menengah, pembenaran mengambil bentuk excuse. Dalam hal ini si pelaku seolah-olah menerima bahwa dirinya belum berusaha namun memaklumi hal tersebut karena ia tidak memiliki sumber daya yang dibutuhkan untuk melakukan usaha tersebut. Contoh excuse misalnya : “tentu saja saya belum bisa melakukan usaha terbaik karena saya tidak memiliki biaya, orang dan waktu yang cukup untuk itu”. Pembenaran dalam bentuk excuse bisa dikoreksi dengan pertanyaan : ” bila saya memiliki biaya, orang dan waktu apakah saya akan melakukan usaha yang lebih baik daripada yang saya lakukan sekarang?”
Pembenaran stadium akhir adalah mengambil bentuk Justify. Pelaku dalam konteks ini membenarkan sikap atau tindakan yang dilakukannya. Contoh Justify misalnya : ”     Saya tidak perlu melakukan usaha terbaik karena belum jelas hasil yang akan dicapai “. Stadium ini lebih sulit diatasi karena pelaku berlindung dibalik argumen yang sepertinya cukup kuat. Tapi koreksi bisa dilakukannya dengan mengajukan pertanyaan : ” Bila hasilnya sudah jelas, apakah saya bersedia melakukan usaha terbaik? “.
Jemy Confido menyampaikan bahwa semakin tinggi stadium pembenaran yang dialami seseorang, semakin kuat dalih-dalih yang digunakannya.
Lalu bagaimana agar kita terlepas dari pembenaran? Jawabannya terletak pada kisah si pemuda dengan mikroskopnya diatas. Sama seperti kehidupan kita, saat kita menemukan ( memiliki ) mikroskop, kita akan menerimanya dengan baik saat kita menggunakannya untuk melihat fakta-fakta yang indah seperti kelopak bunga atau berlian. Sebaliknya, ketika kita menggunakan mikroskop untuk melihat fakta-fakta yang tidak indah seperti cacing dalam sambal tadi, maka kita dihadapkan pada dua pilihan yaitu membuangnya mikroskopnya dan membiarkan kita memakan sambal yang ternyata ada cacingnya atau pilihan yang lebih bijak adalah dengan berhenti memakan sambal yang kurang higienis itu sebelum kita sakit perut.     

JT 970 16102010

25 Wednesday Jan 2012

Posted by slametsukanto in kontemplasi

≈ Leave a comment

Tags

batam, Bintan, Lion Air, Tanjung Pinang, Tanjung Uban, Tenaga Kerja Indonesia, TKI


Untuk kesekian kalinya, rute ini kutempuh selain rute lainnya, GA 030 atau Batavia flight (lupa nomer flight-nya) demi sebuah tujuan mulia, bertemu keluarga tercinta di Tanjung Uban, Bintan.
Untuk kesekian kalinya juga, selalu, dengan flight ini dan dua flight lainnya (ada tiga penyedia penerbangan rute ini yaitu Lion Air, Citylink-operated by Garuda Indonesia dan Batavia Air), saya akan bersama saudara sebangsa dan setanah air yang akan menunaikan tugas mulia yaitu mendulang devisa ringgit di negara jiran kita di Malaysia, para pahlawan devisa – demikian sebutan heroiknya, para TKI.
Rupanya rute ini memang dibuka trip langsung Surabaya – Batam salah satunya khusus memfasilitasi perjalanan mereka menuju tanah harapan mereka. Luar biasa.
Dan selalunya juga, saya akan dihadapkan dengan roman muka dibawah standar pelayanan oleh pramugari yang mungkin didalam hatinya agak sedikit menggerutu ( rrrgggghhh.. Wong ndeso meneh..) hehehehe.. Dan khusus untuk grading dari tiga penerbangan ini, saya telah memeringkatnya dengan peringkat jutek pertama adalah Batavia Air, kedua Lion Air dan terakhir Citilink. ( tapi jangan salah, khusus Lion Air, kalo mereka kemudian tahu saya duduk di seat sambil ketak-ketik di Ipad, muka mereka langsung sumringah.. Hehehehe.. Jangan2 dipkirnya saya bos TKI..)
Tapi memang, dari sekian kali penerbangan, kelakuan mereka rodok nyleneh.. Mulai nyrobot barisan antrian masuk boarding, nanyain seat ke pramugari, mbawa makan nasi bungkus di pesawat, sampe masih telpon-telponan dengan sedulur2nya yang intinya ngabarin – aku wis neng montor mabur iki.. ( khusus permintaan mematikan telpon angin ini, kadang bisa di announce sampai sekian kali.. Manstap!!)
Tapi kejadian yang paling membuat saya miris adalah resistensi dari bapak-bapak petugas security di keberangkatan Juanda yang mengunderline rombongan mereka dengan menanyakan kembali identitas KTP pada saat masuk ruang tunggu dan juga menanyakan – “sopo sing ngurus iki?” hahahaha… (kayaknya ada yang akrab dengan pertanyaan ini.. ). Mudah2 an ketatnya screening oleh bapak2 security di keberangkatan ini bertujuan baik, yaitu menghindari mereka dari Human Trafficking..
Sesampainya di Batam juga demikian, mereka, para pahlawan devisa ini, akan discreening oleh petugas Disdukcapilko Batam. Luar biasa mereka, pengendusannya bisa dengan cepat memilah mana yang datang dengan profesi TKI atau bukan.. Untungnya saya tidak termasuk yang kena endus selama bolak-balik ini..hehehehe..
Tapi itulah mereka, para pahlawan buat negara dan buat keluarga mereka. Perjuangan mereka luar biasa!! Dan cerita mereka sesampainya di Batam akan lebih panjang lagi dimulai dari dihadapkannya pilihan untuk menjadi TKI legal atau illegal. Yang legal-pun masih displit lagi, bener2 legal melalui proses training dan penempatan, ataupun yang hanya sekedar bisa memiliki passport dan masuk ke negeri jiran Malaysia. Yang tragis, mereka yang kemudian memilih ( atau mungkin hanya satu2nya pilihan) , berangkat dengan pancung sempit lewat jalur terpendek Bintan – Johor.. Masya Alloh..
Sekali lagi, itulah mereka, para pahlawan untuk keluarganya di kampung, yang terpaksa harus berjuang di negeri orang. Artinya, nasib saya, nasib kita, jauuuuuhhh lebih baik ( jangan marah kalo di compare dengan TKI yaa.), mesti banyak bersyukur… Mudah2an dengan dengan bersyukur, rejeki kita akan dilipatgandakan.. Amiin… Mudah2an trip perjalanan saya, selama masih ditempatkan di Surabaya, akan selalu bersama orang2 yang didoakan keluarganya di kampungnya yang berharap kucuran wesel dan western union, akan selalu selamat sampai tujuan, sampe kemudian dipindahtugaskan kemana lagi.. Hehehehe..

Perlukah kita merebut amanah?

25 Wednesday Jan 2012

Posted by slametsukanto in kontemplasi

≈ Leave a comment


Amanah adalah kata yang memiliki pengertian yang luas. Amanah lazim diidentikkan dengan jabatan atau kekuasaan. Menurut pendapat saya pribadi, amanah adalah segala bentuk titipan yang diberikan kepada seseorang untuk disampaikan kepada tujuan. 
Bahwa amanah yang saya maksud disini adalah amanah berupa jabatan atau kekuasaan. Alkisah pada beberapa abad silam, telah tertulis dalam sejarah islam tentang bagaimana sebuah amanah adalah sesuatu yang seandainya itu bisa dihindari, maka itu akan lebih baik bila dihindari. Betapa beberapa sahabat Rasulullah yang memegang tampuk amanah sebagai Khulafa’urrasyidiin, menerima amanah itu dengan sangat terpaksa dan penuh dengan cucuran airmata. Cucuran airmata itu tulus bukan sebagai luapan kegembiraan yang lazimnya dibarengi dengan sujud syukur, akan tetapi airmata itu adalah airmata kesedihan dan ketakutan apabila amanah itu tidak bisa dilaksanakannya dengan baik. Para sahabat Nabi ini sadar betul akan konsekuensi digenggamnya amanah ini tidak hanya akan dipertanggungjawabkannya kepada segenap ummat muslimin di dunia, tapi juga akan dipertanggungjawabkannya di akhirat kelak. Walaupun sesungguhnya para khulafa’urrasyidiin ini telah mendapatkan jaminan sebagai ahlilbait syurga.
Bahwa dalam sejarah islam selanjutnya juga diteruskannya kuatnya menjaga amanah ini oleh penerus kekaisaran islam.

Tegaknya amanah

25 Wednesday Jan 2012

Posted by slametsukanto in kontemplasi

≈ Leave a comment

Tags

batam, batam center, causeway link, citra 8, dumai ekspress, johor, kualalumpur, larkin, malaysia, quality hotel, stulang laut


Tegaknya amanah

Suatu ketika dalam sebuah kesempatan yang diberikan Alloh kepadaku, aku diberikan kelonggaran rejeki, waktu dan kesehatan untuk mengunjungi negeri tetangga, malaysia, tepatnya kita kualalumpur.
Hari itu tggl 4 desember 2010 sekitar jam 16:15 perjalanan itu dimulai dari pelabuhan ferry Batam Center, Batam dengan menumpang ferry Citra 8 (dumai ekspress) dengan tujuan Stulang Laut ferry terminal di Johor. Sebelumnya saya telah menghubungi teman mantan pegawai Kastam Johor, pak Yusup untuk menjemput. Perjalanan ferry ditempuh sekitar dua jam. Setibanya di johor, kami langsung diajak untuk membeli tiket untuk perjalanan esok hari dengan bus ke kualalumpur. Tiket kami beli langsung di konter Causeway link di terminal bis Larkin.
Pendek cerita, keesokan harinya barulah kami menempuh perjalanan darat selama kurang lebih empat jam dan tibalah kami di bandaraya kualalumpur lumpur pada pukul 13:00 di terminal bis Bukit Jalil dan menuju ke penginapan di Quality Hotel yang berada di pusat kota Kuala Lumpur.
Inti dari perjalanan ini adalah betapa majunya kota di negara Malaysia dilihat dari bangunan fisik dan tata kota serta ketertiban orang berdagang. Kalo secara pribadi, saya memujinya sebagai bentuk terlaksananya amanah yang diemban oleh segenap pemimpin. Liat biasa.
Boleh jujur, banyak pembenaran kenapa kemudian kota-kota di Indonesia tertinggal dari negara sebelah. Salah satu diantaranya adalah karena beda bentuk pemerintahan, serta karena perbedaan siapa penjajahnya dulu. Raya-raya eks jajahan Inggris Raya jauh lebih baik kondisinya dibanding eks jajahan Belanda. Apa benar demikian? Apabila ditinjau dari sisi umur kemrdekaan, kurang lebih sama umurnya.
Apakah bentuk pemerintahan Monarki lebih baik dari Republik atau Parlementer? Tidak juga, banyak juga republik lainnya atau parlementer yang lebih maju dari Republik Indonesia.
Menurut pendapat saya pribadi, inti dari permasalahan ini adalah terjaganya amanah oleh orang-orang yang mengembannya. Amanah semestinya digunakan untuk menjunjung tinggi kemaslahatan ummat, kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Amanah mestinya diterima bukan dengan sukacita, tapi dengan rasa khawatir dan penuh kecemasan apakah bisa dilaksanakan dengan baik atau malah menjadi hujjah di kemudian hari. 
Republik ini memberikan pembenaran bahwa selama setahun ini sedang mengalami masa belajar berdemokrasi serta gencar menggemakan anto korupsi. Kenyataannya rakyat tetap dalam stage yang sama seperti demokrasi itu dimulai sekitar duabelas tahun yang lalu.
Apa yang salah dari republik ini? Banyak pemimpin yang tidak menjaga amanahnya dengan dalih karena ia hanya diberikan kesempatan dua kali masa jabatan dan untuk mendapatkan jabatan itu ia mesti dengan pengorbanan yang tidak sedikit. Jadi menurutnya wajar bila dalam masa jabatannya itu ia mesti mengambil kembali apa yang telah dikeluarkannya.. Masya Alloh..
Bagaimana semestinya kita bercermin tentang bagaimana menerima dan menjalankan amah itu? Banyaklah kita bercermin kepada teladan para khulafa’urrasyidiin dalam mengelola negara islam pasca wafatnya Rasulullah SAW. 
Mestikah kita mengganti sistem pemerintahan kita? Tidak! Cukup jalankan amanah dengan baik, Insya Alloh rakyat akan sejahtera.

berzikirlah

24 Tuesday Jan 2012

Posted by slametsukanto in kontemplasi

≈ Leave a comment

Tags

partikel, rommy rafael, zikir


Rommy Rafael dalam suatu acara di TV swasta melakukan atraksi yang menarik. Dia menyampaikan prolog tentang sampainya “pesan” yang di”titip”kan lewat media air putih. Pesan baik, terbawa oleh media air putih dengan keteraturan partikel2 molekul yang ada didalamnya. Sementara pesan buruk, terbawa pesannya juga dengan ketidakberaturan molekul2 yang ada di air putih pembawa pesan tersebut. Lalu kemudian Rommy menyampaikan bahwa 70% bagian dari tubuh kita adalah air, si pembawa pesan tadi. Jadi kemudian Rommy berpesan, sehat atau tidaknya tubuh kita tergantung cara berpikir kita.
Lalu kemudian saya menerjemahkan pernyataannya tersebut dengan bahasa yang lain. Bahwa Alloh SWT berfirman, ‘alaa bizikrillahi tatma’inul qulub.. (Dengan berzikir, menenangkan hati..).
Subhanallah… Alloh SWT telah membukakan ilmuNya kepada kita.. Karena itu, perbanyaklah berzikir, insya Alloh “media pembawa pesan” yang merupakan 70% dari bagian tubuh kita akan membawa pesan itu keseluruh tubuh kita dan menjaganya dalam kondisi tetap baik dan sehat.. Subhanallah!!!

ikhtiar dan do’a

24 Tuesday Jan 2012

Posted by slametsukanto in kontemplasi

≈ Leave a comment

Tags

do'a, ikhtiar, injoko, komplek, rumah dinas, surabaya, tegal


suatu malam, saya tidak bisa segera tidur. Kemudian saya nglurug ke pos satpam di komplek tempat saya tinggal. Disitu saya mulai episode cangkru’an berdua dengan pak Somad, sang satpam komplek.
Ada satu hal yang membuat saya ingin lebih banyak mendengar daripada banyak bercerita, yaitu karena pengalaman hidupnya yang lebih panjang dari saya. Orang bilang, pengalaman adalah guru yang paling berharga (dan itu tidak harus pengalaman kita sendiri kan?).
Sosok pak Somad saya kenal sejak saya tinggal di Surabaya dan menempati komplek awal september 2008. Umurnya kira-kira sebaya dengan Bapak saya di Tegal, tapi dengan perawakan yang berbeda. Kalau Bapak saya kurus, pak Somad lebih berisi dan terlihat kalau waktu mudanya banyak menyelami dunia kekerasan. Cerita-cerita tentang tindak lakunya sudah saya dengar jauh hari lalu dan dia menceritakannya tidak dengan rasa bangga sebagaimana orang lain menceritakan “keberhasilannya” dalam berbuat “nakal”. Ceritanya dia tunjukkan dengan wajah penyesalan, dan sedikit berharap seandainya waktu dapat diputar kembali, niscaya segala tabiat yang tidak baik yang pernah dilakukannya tidak akan pernah dia lakukan.
Pak Somad beranak enam dengan dua diantaranya adalah laki2. Alhamdulillah lima orang anaknya sudah “mentas” dan tinggal si bungsu yang sekarang duduk di SMA. Alhamdulillah juga, semua anaknya bisa dicukupi hidupnya hanya dengan kerja pokok sebagai tukang becak pada siang hari dan sebagai satpam komplek pada malam hari dengan jumlah take home pay yang ukuran tataran hidup layak di perkotaan tidak masuk dalam hitungan perda.
Apa resepnya pak? Poo’s father said, the secret of the receipe is there’s no secret receipe..
Cuma keyakinan, bahwa rizki sudah diatur sama yang Maha Menguasai Hidup, Alloh SWT. Dari hitungan matematika, gak ada ceritanya hasil narik becak plus upah jadi satpam bisa nyekolahin anak dan membesarkannya. Dan kalaupun pak Somad mau mendemo kenaikan upahnya mencapai UMR, dia harus menyiapkan spanduk sendirian dan menggelarnya di pos satpam komplek (itu kalau dapat ijin dari polres setempat…)
Pak Somad, menambahkan satu hal pokok lagi selain keyakinan tersebut, yaitu IKHTIAR, apapun bentuknya yang penting halal dan dalam koridor keimanan. So the receipe is IMAN (inc. DOA) + IKHTIAR selanjutnya TAWAKKAL.
Apa ibrah yang saya dapat malam ini? Subhanallah..

ada hak orang lain di harta kita

24 Tuesday Jan 2012

Posted by slametsukanto in kontemplasi

≈ Leave a comment

Tags

hak orang lain di harta kita, mustahiq, nishab, rejeki, ustadz mansyur, zakat


Kalau anda diminta memilih, mana yang akan anda pilih antara dikira orang kaya padahal anda miskin atau dikira miskin padahal anda kaya? (choice is urs…)
Saya ingat perbincangan dengan teman saya dan istrinya pada suatu ketika. Dia heran, kenapa setiap kali ia mendapatkan rejeki, selalu saja – tidak lama setelah rejeki itu diterimanya- datang seseorang, entah itu saudara, temen, atau tetangga atau bahkan orang yang sebelumnya tidak dia kenal untuk meminjam, minta bantuan atau minta. Kemudian dengan satu keyakinan bahwa sebagian dari rejeki yang dia dapat terdapat bagian atau hak orang lain, dia kemudian memberikannya – dengan ikhlas.
Ustadz Mansyur, ulama yang masih muda usianya kalau tahu dengan apa yang dilakukan dengan teman saya tadi, akan mengamini tindakan teman saya.
Tapi kemudian ada satu pertanyaan yang muncul dari istri teman saya tadi, kenapa orang mengira kita banyak uangnya mas? Padahal kita cukup-cukup saja lha wong rumah aja masih di rumah dinas.
Pertanyaan itu kemudian saya jawab, karena orang melihat tangan kita “basah”.
Maksud saya, percayalah, orang melihat bahwa dari tangan kita aliran rejeki atau harta yang menjadi hak mereka itu lewat. Wallahu a’lam bishowab.
Ada beberapa hal yang membuat saya membuat statemen seperti itu. Pertama, kenapa islam menetapkan persentase dalam memungut zakat maal atas harta kita yang sudah mencapai nishab? kenapa tidak dengan hitungan spesifik dengan jumlah tertentu seperti zakat ffitrah?
Logikanya, semakin banyak maal yang kita peroleh, semakin banyak juga jumlah zakatnya.Artinya juga, Alloh SWT juga memberikan sebesar-besarnya kepada hambaNya untuk mencari maal sebanyak-banyaknya, baru kemudian dihitung berapa jumlah yang bukan merupakan haknya dan harus disisihkan sebagai zakat.
Yang kedua, terkait dengan pertanyaan saya diawal tulisan ini. Mustahiq rupanya sudah melihat kita sebagai orang kaya ( tolong kalau ada yang ngomong itu kepada kita, amini saja.. Itu do’a), dan alhamdilillah, kita tidak termasuk masakin… (rekomendasi saya atas pertanyaan diatas, sebaiknya jangan milih dua-duanya.. karena jadi orang miskin dan jadi orang pelit sama-sama tidak dikehendaki semua orang bukan?)
Yang ketiga, mudah2an Alloh SWT tidak menilainya sebagai riya’, dengan memberikan sebagian dari apa yang kita dapat (bahkan kalau bisa lebihkan dari sekedar hitungan nishab..) Insya Alloh, menjauhkan kita dari bencana yang seharusnya menimpa kita. Subhanalloh…
wallahu a’lam bishowab.

somebody have to do it

24 Tuesday Jan 2012

Posted by slametsukanto in kontemplasi

≈ Leave a comment

Tags

bintang lima, fadhilah, isra Mi'raj, jamaah tabligh


Saya tinggal di komplek perumahan, di dekat rumah saya kira-kira jarak empat rumah ada sebuah mushola. Mushola ini selalu ramai dikunjungi jamaah tabligh, dan merekalah saham utama yang memakmurkan mushola di komplek perumahan saya.
Sebagaimana lazimnya mereka berdakwah, mereka ketuk pintu rumah-rumah muslim satu persatu untuk nglurug ke mushola sholat berjamaah dan mendengarkan dibacakannya fadhilah-fadhilah.
Suatu ketika, datanglah tiga orang utusan jamaah ke rumah saya dan duduk menjadi dhoifah di rumah saya. Ketiganya melakukan taaruf dengan satu orang juru bicara baru kemudian ber amar ma’ruf nahi munkar.Kemudian saya juga mendengarkan cerita yang menarik yang disampaikan oleh tamu saya ini, diantaranya tentang perjalanan yang telah dilakukannya diantaranya tentang pengalamannya berdakwah di Aceh dan banayk hal lain yang menarik. Hingga tiba pada suatu ajakan yang kemudian dengan berat hati kemudian tidak bisa memenuhinya yaitu meminta saya meninggalkan aktifitas dunia dan melakukan perjalanan kurang lebih selama 40 hari. Hal ini tentu saja karena saya tidak bisa meninggalkan amanah pekerjaan saya, saya seorang pegawai negri ( yang dibayari gajinya sama rakyat..)
Apa yang mereka lakukan adalah tindakan mulia, dan somebody ( as moslem ) have to do it… Dan mereka telah melakukannya. Saya kemudian berinstrospeksi, apa yang sudah saya lakukan? Bisakah kita beramar ma’ruf dengan kemasan yang berbeda?
Saya membuka kembali risalah perjalanan Rasulullah.. Kemudian saya menemukan hal yang menarik dari komposisi sahabat pendukung utama Rasulullah SAW. Pertama, Abubakar Ashshidiq seorang sahabat dengan tingkat haqqul yakin yang tinggi terhadap apapun yang Rasul sampaikan (beliau sahabat yang pertama membenarkan perjalanan Isra’ Mi’raj yang Rasul lakukan). Yang kedua adalah Umar bin Khattab, seorang sahabat yang tidak ada kata ragu menghunuskan pedangnya dalam berdakwah.Yang ketiga adalah Utsman bin affan, seorang Saudagar yang siap kapanpun mengorbankan segala maal yang dimilikinya dalam rangka dakwah Rasulullah. Dan yang terakhir dari Alkhulafaur rasyidin, adalah Ali bin Abi Thalib, seorang pemikir ulung.
Bisa kita bayangkan, komposisi yang demikian sempurna kalau kemudian kita menerjemahkannya di masa saat ini dalam sebuah konsep dakwah.
Jadi menurut saya, tetaplah anda di posisi masing-masing, lakukan hal sesuai koridor Islam maka anda telah berdakwah. Ibda’ binafsi..
Harus ada yang jadi legislatif, Harus ada yang duduk di pemerintahan, harus ada yang mengkritisi, harus ada yang jadi cendikia, harus ada yang jadi pedagang, dan harus ada yang jadi rakyat jelata….. Somebody have to do it…

forensik

24 Tuesday Jan 2012

Posted by slametsukanto in kontemplasi

≈ Leave a comment

Tags

al zalzalah, al-zalzalah ayat 7, forensik, ilmu pengetahuan al qur'an


Terus terang, saya termasuk tipe manusia yang kurang menaruh minat untuk membaca buku-buku tebal. Saya lebih menyukai bacaan yang ringan dan cepat selesai.. (dasar pemalas..)
Notes ini adalah yang ke-5 setelah saya menulis note pada akhir tahun 2008.
Kali ini saya ingin menyampaikan sekedar wawasan sempit saya yang hanya tahu sedikit tapi penginnya nulis banyak… (maafin sebelumnya kalau banyak bolong disana sini… )
Ada satu kata yang mengusik perhatian saya terhadap apa yang disampaikan oleh Al Quranul Karim dalam surat Al-Zalzalah ayat 7 yang artinya:
“ Maka barang siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar zarah, niscaya Dia akan melihat {balasan}nya “
Ayat ini benar2 mengusik saya, kok bisa kebaikan sebesar zarah (atom)-pun diperhitungkan… Masya Alloh..
Kemudian baca juga ayat yang menyatakan bahwa nanti di akhirat kelak, tanganmu, kakimu, matamu, telingamu-pendeknya semua panca indera, akan dimintai pertanggungjawaban. Panca indera kita akan “bicara” tentang apa yang telah dilakukannya…. Masya Alloh… Kok bisa?
Tapi rasa keingintahuan saya kemudian coba saya jawab sendiri dengan menyatakan bahwa apa yang disampaikan oleh Al Qur’anul Karim itu tidak semata-mata berangkat dari rasa iman yang ada di dada dan ada unsur ilmu pengetahuan didalamnya.Kok bisa?
Jamak kita dengar dan lihat bagaimana cara kerja seorang dokter forensik mengenali benda apa yang mengakibatkan kematian seseorang. Apakah benda tumpul atau tajam. Apakah dari kayu atau besi. Ataukah dia minum racun ataukah tubuhnya telah disuntikkan cairan tertentu melalui jarum. Kalau tidak salah kegiatan itu dinamakan forensik.
Atau pernahkah kita memukul kaleng atau mungkin body mobil, trus akibatnya penyok di satu sisi tapi menonjol di sisi lainnya..
Ya itu tadi, kalau menurut saya, tidak ada satu aktifitaspun yang tidak meninggalkan bekas.. (falsafah ini dipegang oleh pengurai benang kusut kriminalitas menjadi : tidak ada satu kejahatanpun yang tidak meninggalkan jejak..)
Subhanalloh…
Alqur’an rupanya sudah menyampaikan hal tentang forensik…. “Maka barang siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar zarah, niscaya Dia akan melihat {balasan}nya “… subhanalloh…
Saya bukan ahli tafsir, tapi kalau boleh saya menerjemahkannya, artinya TIDAK ADA PERBUATAN BAIK YANG SIA-SIA… semuanya ter-record dan bisa diuraikan dengan ilmu forensik Illahi… ( ada yang mau menyangkal? hehehe…)
bagaimana dengan perbuatan TIDAK BAIK? sama saja… semuanya ter-record!
Tapi, Alloh Subhanahu Wata’ala maha Rahman dan Rahiim…
Jadi kesimpulannya, berbuat baiklah selama hidup kita…. (Teguhkan Iman dan Islam, dan ingat : dzaalikal kitaabu laa raiba fiihi hudal lil muttaqiin… Mudah2an kita termasuk orang yang bertaqwa.. Amiin…)

Newer posts →

Recent Posts

  • Klaster Asli
  • Tapak Tuan
  • Omah Cilik
  • tugas baru
  • Poluan

Recent Comments

Anwar Hidayat's avatarAnwar Hidayat on tugas baru
slametsukanto's avatarslametsukanto on Gedung Negara
Shinta's avatarShinta on Gedung Negara
slametsukanto's avatarslametsukanto on sei bati, bandara perintis di…
RHA Airport's avatarRHA Airport on sei bati, bandara perintis di…

Archives

  • November 2025
  • July 2024
  • June 2017
  • October 2016
  • June 2016
  • March 2016
  • February 2016
  • January 2016
  • November 2015
  • March 2015
  • January 2015
  • December 2014
  • March 2014
  • January 2014
  • December 2013
  • September 2013
  • July 2013
  • June 2013
  • May 2013
  • March 2013
  • January 2013
  • November 2012
  • October 2012
  • September 2012
  • August 2012
  • July 2012
  • June 2012
  • April 2012
  • March 2012
  • February 2012
  • January 2012

Categories

  • gawean
  • jalan-jalan
  • kontemplasi

Blog Stats

  • 29,335 hits
//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Blogs I Follow

  • Catatan Anak Bangsa
  • Kumpulan Tulisan El
  • Dinnar Homestay Surabaya Indonesia
  • pelangi.kata
  • Tulisan ringan alumni STAN
  • Aku Yang Berlumur Dosa
  • santo for mitsubishi bintaro
  • Tamar Devils_Manchunian
  • ummulnurien.com
  • cerita anwar
  • padmanaba
  • erliharyanto
  • Memento
  • Look, Think and Write
  • kotakpermen.wordpress.com/
  • beautifulhello.wordpress.com/
  • website situnis
  • Lambangsarib's Blog
  • kembalikan, kampung halamanku
  • RISTEK FT UNNES

tulisan saya

kunjungan

  • 29,335 hits

lima terbaru

  • Klaster Asli
  • Tapak Tuan
  • Omah Cilik
  • tugas baru
  • Poluan

Blog at WordPress.com.

Catatan Anak Bangsa

raga pasti mati, tulisan mungkin abadi

Kumpulan Tulisan El

Selalu ada Petunjuk, Untuk Kemudahan

Dinnar Homestay Surabaya Indonesia

Penginapan sederhana berfasilitas bintang lima, Lokasi di Surabaya Selatan, dekat dengan Masjid Al-Akbar Surabaya.

pelangi.kata

saat goresan kata menciptakan warna ide yang nyata..

Tulisan ringan alumni STAN

mengikat ilmu dengan menuliskannya...

Aku Yang Berlumur Dosa

kusadar hidup ini hanya sebentar...dan kubersyukur hari ini masih mendapat kasih sayang...

santo for mitsubishi bintaro

The greatest WordPress.com site in all the land!

Tamar Devils_Manchunian

Hidup lebih baik saling berbagi ilmu untuk meraih kesuksesan

ummulnurien.com

cerita anwar

Just another WordPress.com weblog

padmanaba

erliharyanto

Ya Allah, tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus

Memento

- memento mori, memento vivere -

Look, Think and Write

kotakpermen.wordpress.com/

beautifulhello.wordpress.com/

website situnis

travelling

Lambangsarib's Blog

Catatan Orang Biasa

kembalikan, kampung halamanku

tentang kampung, tentang halaman, tentang apapun

RISTEK FT UNNES

Kerohanian Islam Teknik

Privacy & Cookies: This site uses cookies. By continuing to use this website, you agree to their use.
To find out more, including how to control cookies, see here: Cookie Policy
  • Subscribe Subscribed
    • slametsukanto
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • slametsukanto
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar